Showing posts with label Ar HIKMAH. Show all posts
Showing posts with label Ar HIKMAH. Show all posts

7 Tips Menuju Kebahagiaan Rumah Tangga

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [QS. Ar-Rum ayat 21]

Hadis Nabi saw :

فال رسول الله صلى عليه وسلم : النكاح سنتى فمن رغب عن سنتي فليس منى

Pernikahan adalah perbuatan yang selalu diinginkan dan didambakan oleh setiap manusia yang hidup. Pernikahan itu adalah sunnah Nabi [النكاح سنتى], maka barang siapa yang tidak melaksanakan nikah, kata Nabi saw bukan golongannya [فمن رغب عن سنتئ فليس منى]. Pernikahan harus didasarkan pada agama, ibadah, dan menjalankan sunnah Nabi saw, dan bukan didasarkan pada nafsu belaka atau didasarkan tujuan lain yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Pernikahan harus atas dasar suka sama suka, saling cinta, bukan dasar paksaan, dan bersandar pada ibadah kepada Allah. Sebab, dalam menjalani kehidupan bahtera rumah tangga, bagaikan orang mengarungi samudra luas dan penuh dengan gelombang, pada siang, malam, panas dan hujan bahkan badai dan genlombang harus dilalui. Mungkin saja, cuaca tidak bersahabat yang tidak pernah kita prediksi yang dapat saja datang secara tiba-tiba.Kita harus selalu siap untuk menghadapi dan selalu mengantisipasi setiap perubahan. Maka, apabila seseorang dalan menjalankan rumah tangga tidak memiliki dasar, pedoman, mesti akan terombang-ambing dalam perjalanan rumah tangganya.

Dalam berumah tangga, kita akan melalui perjalanan panjang dan sangat melelahkan dengan tujuan untuk mecapai “pantai kebahagiaan” yang sakinah dan diridhoi Allah..
Untuk mencapai “pantai kebahagian” tersebut, tentu saja kita harus:
[1] mempersiapkan diri dan mental, baik suami maupun istri,
[2] mempersiapkan berbagai keperluan dan bekal agar perjalanan kita terasa aman, nyaman, dan lancer, sebab apabila datang badai dan gelombang, kita akan siap menghadapinya dengan sikap tenang, tidak grogi, tidak takut dan tidak gentar sekalipun dahsatnya badai dan gelombang tersebut, sebab kita memiliki dasar [agama] dan pedoman [al-Qur’an dan Hadis].

Untuk mengarungi perjalanan [rumah tangga] itu dengan baik dan lancar, kita perlu mempersiapkan :
Pertama, kapal [rumah tangga] yang kokoh agar tidak macet dalam perjalanan.
Kedua, mesin yang betul-betul baik.
Ketiga, bahan bakar yang cukup dan memadai.
Keempat, membawa peta dan kompas sebagai pedoman perjalanan agar tidak sesat dalam perjalanan. Kelima, membawa peralatan yang memadai untuk mengantipasi macet.
Keenam, nahkoda yang pandai, lihai, dan memiliki strategi untuk mengemudi kapal.
Ketujuh, membawa bekal yang cukup dalam perjalanan.


Pertama :
Rumah Tangga [الاسرة ], bagaikan kapal [bahtera] yang kokoh. Rumah tangga, harus dibangun atas dasar taqwa, cinta, suka sama suka dan didukung dengan kedua belah pihak keluarga yang merestui serta mengharapkan ridho Ilahi. Selain itu, harus mempunyai niat dan kebulatan tekad untuk berumah tangga atas dasar lillahita’ala, dengan ibadah [salat] – Insya Allah, rumah tangga akan kokoh. Berumah tangga itu sendiri juga sebagai perilaku ibadah kepada Allah dan menjalankan sunnah Nabi saw [النكاح سنتى ].


Kedua :
Hati [ القلب], sebagai mesin yang bagus. Artinya, suami istri harus punya tujuan yang sama. Berumah tangga bukan untuk hanya sekedar melepas nafsu birahi, melainkan harus memiliki tujuan untuk mencetak generasi-generasi bangsa yang baik, kuat dan tanggung serta bertaqwa kepada Allah swt. Tanpa punya perasaan sehati, mungkin saja tujuan tidak akan tercapai. Maka dengan dasar ini, suami istri harus tahun kepribadian masing-masing dan inilah yang dinamakan ta’aruf [تعارف ].


Ketiga :
Akhlak [الاخلاق], sebaga bahan bakar. Dalam berumah tangga, apabila hanya berbekal atau memiliki cinta dan perasaan saja, tanpa dibekali dan atau dibarengi dengan akhlak mulia, jangan berandai-andai untuk dapat menguasai medan perjuangan yang berat itu. Akhlak adalah pondasi utama dalam beragama, kata Abul Atahiyah : ليست الدنيا الا بدين وليس الدين الابمكارم الاخلاق , artinya ”tidaklah dikatakan dunia kecuali dengan agama dan tidaklah dikatakan agama kecuali dengan akhlak mulia”. Maka, kita harus membangun rumah tangga dengan akhlak yang muliah. Akhlak sebagi pondasi utama untuk membangun rumah tangga. Prinsip akhlak disini adalah saling menghargai, menghormati, menyayangi, penuh dengan senyum. Sifat ini dinamakan tabassum [التبسم] dan sifat ini sangat dianjurkan Rasulullah saw.


Keempat :

القران الكريم والحديث sebagai peta dan kompas. Sebagai pedoman agar tidak tersesat dalam perjalanan dan ketika menemukan kesulitan, keresahaan, bacalah al-Qur’an dan kemudian kembalikan atau pasrah kepada Allah. Suami dan istri harus saling mengingatkan dan ta’awun atau kerjasama dalam menghadapi kesulitan hidup. Semua persoalan harus diselesaikan berdua dan selalu pasrah kepada Allah. Kata Baihaki, ان ذ كرالله شفاء , ingat pada Allah sebagai obat, dan وان ذكرالناس داء ingat pada manusia penyakit. [البيهقي ].



Kelima :
Nasehat [النصيحة], sebagai peralatan yang dibawa dalam perjlanan. Agama adalah nasehat [الدين النصيحة], maka kembali kepada ajaran agama Islam dalam menghadapi setiap persoalan, sehingga mudah terselesaikan. Maka dalam kehidupan rumah tangga, sepenuh apapun perasaan cinta suami pada istri atau sebaliknya, kesalah fahaman dan perselisihan [baik kecil maupun besar] mesti ada. Suami dan istri harus saling mengingatkan, saling menasihati dengan sabar antara keduanya untuk mencapai kebaikan وتواصو بالحق وتواصو بالصبر ( dan bernasehatlah dalam kebaikan dan kesabaran ) atau mungkin kita butuh nasehat-nasehat orang tua, ustadz, tokoh masyarakat, atau orang yang lebih berpengalaman, sebagai obat pencerahan untuk mencapai tujuan hidup yang mungkin salah dilakukan oleh kita. Maka, setelah mendapatkan nasehat-nasehat akan tumbuh saling percaya, saling memaafkan, dan menghargai kesalah fahaman itu. Sikap ini dinamakan takarrum [التكارم] atau saling menghargai.


Keenam :
Suami [الزوج ], sebagai nahkoda yang lihai. Suami harus pandai memainkan peranan, dapat menjadi panutan, cerdas melihat situasi, agar penumpang atau orang yang bersamanya merasa aman, tenang dan nyaman. Seorang suami harus memiliki ikhtiar dalam menjalankan perannya, sehingga seburuk apapun situasi dan kondisi yang dihadapinya, harus tenang, sabar, dan berserah diri pada Allah [يبتغون فضلا من الله ورضوانا ], “mereka mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya”. Maka perumpamaan seorang suami, seperti seorang nahkoda yang menghadapi cuaca yang buruk. Dia harus tetap tenang untuk mencapai tujuan, maka secara perlahan-lahan tapi pasti dia akan lalui badai tersebut dan seluruh penumpang pasti akan menghormati dan menghargainya. Penghargaan itu akan datang dengan sendirinya, mungkin saja berupa ucapan terima kasih, mungkin ciuman, pelukan, bahkan dengan kepasrahan diri penumpang dan penumpang tersebut tiada lain adalah istri. Sikap ini dinamakan tala’ub [التلاعب ].


Ketujuh :
Kepasrahan [التسليم], sebagai bekal yang cukup. Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, kita harus banyak berusaha [bekerja] dan berdo’a (وابتغ فيما اتاك الله الدار الأخرة ولا تنس نصيبك من الدونيا وأحسن كما احسن الله إليك) " . “ carilah anugrah Allah untuk kehidupan akhirat, tetapi jangan lupa nasib(bagian)mu untuk kehidupan dunia dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik padamu”. Karena usaha atau bekerja tanpa do’a akan sia-sia, dan begitu juga sebaliknya do’a tanpa usaha atau bekerja adalah mimpi atau angan-angan belaka. Suami harus berusaha mencari nafkah untuk menghidupi istrinya. Suami dan istri harus dapat bekerja sama untuk melindungi perjalanan yang panjang, seorang suami tahu kebutuhan istri dan begitu sebaliknya istri tahu kebutuhan suami. Dengan demikian, akan terbangun sikap saling menghargai dan toleransi dalam berumah tangga. Sifat ini dinamakan tasamuh [التسامح].



Ketujuh mutiara ini, dinamakan “Resep agar tetap bahagia”, bertujuan yang jelas, pasti, dan sampai dengan selamat di atas Ridho Ilahi Robbi, dengan mengucapkan :

بارك الله لكماوبارك عليكماوجمع بينكما فى خير

Semoga Allah memberkahi pernikahan ananda berdua”, amien yaa robbal ‘alamiieen.


Semoga kita bisa mengambil hikmah dari catatan ini

Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda note ini bermanfaat

Perlu Tabah Menghadapi Ujian Tuhan

Menjelang akhir 2014, kita disajikan dengan khabar kurang gembira. Berita banjir besar melanda tanah air, terutama negeri di Pantai Timur, sedikit sebanyak membimbangkan kita.
Apabila membaca akhbar dan menonton berita di televisyen, hati ini terasa diruntun mengenangkan ujian yang terpaksa dilalui saudara kita yang ditimpa musibah besar ini.

Kenalan saya yang berkunjung ke dua negeri yang teruk dilanda banjir iaitu Kelantan dan Terengganu baru-baru ini, berkongsi pengalaman melihat fenomena bencana alam ini.
Katanya, rancangan awal dia bersama keluarga membeli-belah di Rantau Panjang terpaksa dibatalkan apabila semua jalan menuju ke tempat popular itu ditutup kepada awam.

Di kiri dan kanan, dia melihat rumah ditenggelami air hingga ada yang nampak atap saja. Dia juga menceritakan detik cemas terpaksa mengharungi banjir yang mengalir deras seperti air sungai ketika dalam perjalanan ke Pasir Mas.

Ketika artikel ini ditulis juga, ada perkhabaran kurang enak mengenai lori yang terjerumus ke dalam lembah gaung di laluan Banjaran Titiwangsa akibat tanah runtuh yang meranapkan jalan berkenaan.
Sesungguhnya, 2014 adalah tahun yang menggamit pelbagai memori kepada kita sebagai rakyat Malaysia. Ia pasti dikenang sebagai tahun yang banyak meninggalkan memori duka kepada rakyat negara ini.

Ujian demi ujian datang bertimpa-timpa. Pasti kita masih segar dengan tragedi MH370 yang hilang secara misteri hinggakan bukan saja kita, malah dunia juga buntu mengenai pesawat yang masih gagal dikesan hingga ke hari ini.

Belum reda kehilangan MH370, Malaysia sekali lagi menjadi tumpuan dengan insiden hiba dan menyayat hati mengenai pesawat MH17 yang ditembak jatuh oleh pengganas di Ukraine. Lebih merobek hati kita dan menyentap perasaan apabila keseluruhan penumpang dan anak kapal pesawat MH17 terkorban dalam tragedi itu.

Selain dua berita di atas, rakyat Malaysia berdepan ujian lain yang tidak kurang juga getirnya iaitu nilai mata wang kita susut di pasaran dunia.
Krisis ekonomi sedikit sebanyak memberi kesan kepada rakyat Malaysia yang sebelum ini dibebani kos sara hidup yang semakin tinggi. Mereka yang biasa ke luar negara untuk urusan bisnes pasti merasai kesan ekonomi yang saya perkatakan ini.

Selain musibah yang menimpa Malaysia, dunia Islam digemparkan dengan khabar duka sepanjang 2014.
Kisah berdarah Palestin yang diserang Israel berulang lagi pertengahan tahun ini sehingga mengorbankan ribuan nyawa, termasuk kanak-kanak yang tidak berdosa.

Begitu juga air mata saudara kita di Syria yang belum berhenti mengalir akibat penindasan rejim Al-Assad yang rakus mengebom dan membunuh rakyatnya sendiri.
Sejak minggu lalu juga, kita digemparkan dengan perkhabaran duka mengenai pengeluaran waran tangkap Interpot terhadap ulama tersohor dunia, Syeikh Yusof Al-Qardhawi yang didakwa rejim zalim Mesir Al-Sisi sebagai penyokong keganasan. Mudah-mudahan Allah melindungi ulama ini yang pernah dinobatkan sebagai tokoh Maal Hijrah di Malaysia satu ketika dulu.

Jika dilihat dan dimuhasabah kembali satu persatu kisah duka sepanjang tahun ini dengan pandangan mata hati, pasti kita dapat merasakan segala ujian ini adalah bayangan peringatan daripada Allah kepada kita di Malaysia dan masyarakat Islam di seluruh dunia secara amnya.

Dunia semakin tua ketika pelbagai arus kemodenan yang melalaikan manusia daripada memperingati-Nya terus subur di sana sini. Syariat dan larangan Allah tidak dihiraukan, malah dipandang enteng.
Apakah kerana gelapnya hati menutup mata dan hati manusia untuk mengambil semua ini sebagai iktibar yang harus dimuhasabah pada kadar segera. Tepuk dada, tanya iman
--- Sumber

Dunia Adalah Penjara Bagi Orang Mukmin

Memperingati Israk Mikraj, umat Islam mestilah sentiasa memberi perhatian kepada permasalahan bumi Palestin dan Masjidil Aqsa kerana peristiwa ini menjelaskan tautan rapat antara kedua-dua masjid ini serta kesuciannya kepada masyarakat Islam.

Baitulmaqdis telah dinobatkan sebagai kota suci ketiga bagi umat Islam selepas Makkah dan Madinah. Pembebasan kota ini menjadi kewajipan kepada umat Islam seluruhnya. Kita juga dapat mengambil seribu pengajaran lain pada peristiwa Israk Mikraj.

Antaranya, kita dilarang meletakkan pergantungan kepada dunia kerana sesungguhnya Allah SWT tidak menjadikan dunia ini untuk mereka yang mengharapkan akhirat.

Daripada Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Dunia penjara bagi orang Mukmin dan syurga bagi orang kafir.” (Riwayat Muslim)

Dunia ini harus kita nikmati dengan mengikuti segala perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Dikatakan dunia adalah penjara bagi Mukmin kerana di dunia manusia terdedah dengan pelbagai macam godaan serta ancaman yang mencabar keimanan mereka.

Manfaat dunia secara bijaksana

Justeru, selaku orang Mukmin kita diseru memanfaatkan dunia secara bijaksana dengan menjadikan dunia jambatan menuju kebahagiaan akhirat, maka Allah SWT akan memberikan kedua-duanya (kebahagiaan dunia dan akhirat).
Jabir bin Abdullah berkata: “Pada suatu hari sewaktu saya bersama Baginda Rasulullah SAW, maka tiba-tiba datang seorang lelaki yang berwajah putih bersih, rambutnya sangat cantik dan dia memakai pakaian yang putih.

Lantas dia menghampiri Rasulullah SAW dan berkata: Assalamualaikum ya Rasulullah, apakah ertinya dunia itu? Maka Rasulullah SAW berkata: Dunia itu adalah impian orang yang tidur. Bertanya orang itu lagi: Apakah ertinya akhirat itu ya Rasulullah SAW? Sabda Baginda SAW: Satu kumpulan manusia yang berada dalam syurga dan satu kumpulan lagi berada di dalam Neraka Sa’ir.”

Kita hendaklah mengembalikan kecintaan kepada Allah SWT kerana kepada-Nya tempat kembalinya kita semua. Perasaan cinta dan kasih sayang adalah fitrah manusia. Cinta yang lain sesama makhluk mestilah berpaksikan cinta kerana Allah SWT.

Oleh itu, untuk mendapatkan kecintaan kepada Allah SWT, mestilah membanyakkan amal soleh, amal ibadah dan amal kebajikan. Sentiasa bermunajat, solat sunat, membaca al-Quran dan berzikir. Lidahnya tidak kering sentiasa menyebut nama-Nya, memuji dan mengagungkan-Nya.

Pelihara Solat Cara Memperkukuh Ummah

Peristiwa Israk Mikraj yang berlaku pada malam 27 Rejab amat berkait rapat dengan solat fardu lima waktu yang dikerjakan mukmin. Fardu solat diterima Nabi SAW secara langsung daripada Allah SWT, sekali gus membuktikan pentingnya solat dalam kehidupan seorang mukmin.

Ibadah solat anugerah terbesar dihadiahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya untuk dilaksanakan sepanjang hayat di dunia ini. Hadiah inilah juga sebab mengapa Allah SWT menjadikan solat sebagai keutamaan dalam menghisab amal umat Islam pada hari akhirat kelak.

Sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya amal yang mula-mula sekali dihisab pada hari akhirat ialah solat seseorang. Jika solatnya diterima, maka sesungguhnya beruntung dan berjayalah ia. Jika solatnya tidak diterima, maka kecewa dan rugilah ia. Jika terdapat kekurangan dalam solat fardunya, Allah berfirman (kepada Malaikat): Periksalah, adakah hamba-Ku itu mempunyai solat sunat untuk dicukupkan dengannya apa yang terkurang dari solat fardunya?” (Hadis hasan riwayat al-Tirmizi)
Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Dan dirikanlah solat. Sesungguhnya solat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” (Surah al-Ankabut, ayat 45)

Pahala bersamaan 50 waktu

Sungguh berbahagia dan beruntung seorang mukmin yang mendirikan solat seperti diperintahkan Allah SWT, kerana walaupun solat fardu yang pada asalnya 50 waktu hanya tinggal lima fardu saja, namun tetap mendapat ganjaran pahala 50 fardu.

Anas bin Malik berkata, “Diwajibkan solat ke atas Rasulullah SAW pada malam Israk dengan 50 waktu, kemudian ia dikurangkan sehingga menjadi lima waktu. Setelah itu Rasulullah SAW diseru: Wahai Muhammad, sesungguhnya percakapan di sisi-Ku tidak berubah. Sesungguhnya bagimu lima waktu ini sama pahalanya dengan 50 waktu.” (Riwayat al-Nasa’ie dan Ahmad)

Apabila seorang mukmin sentiasa mengingat Allah SWT melalui solat yang dilaksanakan dengan baik dan ikhlas, maka pengaruh solat itu akan membekas di jiwanya. Ia akan merasa dirinya sentiasa dalam pengawasan Allah SWT di mana saja, begitu juga sewaktu ia solat.
Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Dan dirikanlah solat. Sesungguhnya solat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” (Surah al-Ankabut, ayat 45)

Pelbagai masalah sosial dan keruntuhan akhlak yang berlaku dalam kalangan masyarakat Islam hari ini berpunca daripada pengabaian solat, selain tidak menjaga kualiti solat sehingga menghilangkan roh solat itu sendiri menyebabkan umat Islam masih tetap terjerumus ke lembah maksiat.

Imam Hasan al-Basri berkata, “Rasakanlah kemanisan dalam tiga perkara (iaitu) ketika melakukan solat, membaca al-Quran dan berzikir. Jika engkau merasakan kemanisan dalam ibadah itu, maka bergembiralah kerana hatimu masih hidup dan sihat. Namun, jika engkau tidak merasakan kemanisan dalam ibadah itu, maka ketahuilah bahawa pintu hatimu telah tertutup.”

Pengarah Filem Hina Nabi Masuk Islam

ADAKAH anda pernah menonton filem Fitna. Filem pendek berdurasi 15 minit ini satu ketika dahulu pernah menggemparkan dunia apabila filem ini dilihat sebagai menghina agama Islam, menghina Rasulullah SAW dan umatnya.

Ramai pemerhati berpendapat kelahiran filem ini sebagai manifestasi sikap prejudis dan Islamofobia kepada Islam dan umat Islam yang meningkat sejak kejadian serangan 11 September 2001.


Karya ini dapat dihasilkan kerana orang yang menjadi tulang belakang pembikinan filem ini adalah seorang ahli politik Party for Freedom (PPV) yang terkenal dengan anti Islam, Arnoud Van Doorn.


Sesungguhnya hidayah ALLAH tidak mengenal siapa. Orang yang dahulunya beriya-iya menghina Nabi Muhammad SAW dan umat Islam kini memeluk Islam!


Van Doorn menjelaskan antara faktor utama pengislamannya adalah apabila hati kecilnya terusik melihat penghasilan filem itu dan juga sikap partinya yang selalu memusuhi Islam.

Perasaan itu membuatkan Van Doorn mencari terjemahan al-Quran, hadis, dan buku rujukan Islam. Hari demi hari berikutnya dilalui dengan membaca dan mengkaji buku satu per satu, tanpa meninggalkan aktivitinya yang lain. Selama ini Van Doorn hanya tahu Islam daripada mulut orang yang membenci agama ALLAH ini.


“Saya mempelajari al-Quran kerana rasa ingin tahu yang menebal. Saya mula mempelajarinya setelah keluar daripada Parti PVV. Sebelum itu saya hanya mendengar cerita yang buruk mengenai Islam. Semakin banyak saya membaca semakin saya yakin Islam sesungguhnya agama yang indah dan penuh kebijaksanaan.


“Sebenarnya, sebagai penganut Kristian, banyak nilai baik yang saya pelajari daripadanya. Keadaan ini memudahkan saya untuk menerima Islam sebagai pedoman hidup. Lebih mudah untuk beralih daripada seorang penganut agama Kristian menjadi Muslim daripada seorang atheis (tidak percaya agama), kerana sebelumnya saya  telah mengenal konsep kenabian, adanya malaikat dan disiplin yang selalu ada dalam mana-mana ajaran agama mana pun,” katanya.


Temui jalan hidayah
Kenalan dan individu terdekat Van Doorn tahu yang dia membaca rujukan Islam, langsung tidak terlintas di benak mereka sikapnya itu akan menjadi jalan hidayah bagi Van Doorn. Kerana lazim dalam dunia mereka, mengkaji sesebuah pemikiran atau suatu fahaman tanpa harus mempercayai dan mengikutinya. Bahkan, ramai yang mempelajari Islam kemudian menyerangnya.


Van Doorn menghabiskan waktu hampir setahun untuk mengkaji al-Quran, Sunnah dan sejumlah rujukan Islam tersebut. Dia juga sempat berdialog dengan penganut Islam untuk mengetahui lebih jauh perihal agama yang kini menarik hatinya.


Semakin lama mempelajari Islam, Van Doorn semakin tertarik. Meskipun sebelum ini dia juga memiliki asas Kristian sebagai agamanya, Van Doorn berasakan Islam itu istimewa.
Apa yang selama ini ada dalam kepalanya, Islam itu fanatik, menindas wanita, tidak toleransi, membabi buta memusuhi Barat, perlahan-lahan hilang daripada fikirannya.
Ternyata Islam  sesuatu yang sama sekali berbeza dari apa yang pernah dia sangka. Islam adalah agama yang cintakan kedamaian. Tidak seperti tuduhan media Barat yang selama ini mengisahkan Islam sebagai pengganas.


Jalan hidayah bagi Van Doorn semakin terbuka lebar ketika bertemu dengan seorang Muslim bernama Abu Khoulani, rakannya yang bekerja di Dewan Kota Den Haag.
Selain menjelaskan Islam dengan lebih jauh lagi, beliau juga  menghubungkan Van Doorn dengan Masjid As-Sunnah.


Dianggap pengkhianat
Tidak ada manusia yang tidak pernah diuji ALLAH SWT. Begitu juga dengan empunya diri Van Doorn.


Tidak semua yang suka dan menerima baik pengislamannya lebih-lebih lagi rakan sejawatnya dalam Parti PPV. Kebanyakan daripada mereka marah dengan perubahannya itu bahkan menganggap Van Doorn sebagai pengkhianat.


"Saya jelaskan kepada mereka keputusan ini adalah keputusan peribadi dan terpulang kepada diri ini untuk menganut mana-mana agama memandangkan setiap orang mempunyai hak untuk memilih agama dan kepercayaan.


“Walaupun ramai yang menganggap saya sebagai pengkhianat, tetapi sebahagian daripada masyarakat yang lain memberi reaksi positif. Saya juga menerima sokongan daripada masyarakat lain yang menghantar reaksi melalui Twitter.


“Saya berasa bahagia dan gembira melihat orang yang tidak mengenal saya secara peribadi menyokong dan memahami dengan pilihan yang saya lakukan,” jelasnya yang mengakui ada hikmahnya beliau pernah menjadi sebahagian daripada ahli parti PPV.


Ajak kenali Islam
Van Doorn kini berasakan telah menemui pedoman hidupnya dan beliau ingin mengajak mereka yang bukan Islam  memahami Islam dan mempelajarinya dengan lebih mendalam agar mereka dapat membuang segala prasangka buruk terhadap Islam.

“Pelajarilah Islam, buangkan segala prasangka buruk, Insya-ALLAH kamu akan lihat bahawa Islam itu agama yang sangat indah dan murni, agama Islam yang memiliki sejarah yang begitu agung. Umat Islamnya pula saling mengambil berat antara satu sama yang lain, baik dalam senang mahupun susah.


“Di Barat, Islam umumnya dituding sebagai agama yang melahirkan dan mewujudkan pengganas dan menindas perempuan. Bagaimanakah tanggapan anda terhadap segala tuduhan semacam ini? Semuanya berlaku kerana prasangka yang buruk dan kurangnya wawasan.


Kumpulan fanatik sememangnya wujud dalam mana-mana agama pun di dunia ini. Tapi sayangnya golongan fanatik yang cuma satu peratus itu dipertunjukkan di televisyen dan media-media yang lain, sekali gus pengaruh mereka diperbesar-besarkan.

Sedangkan 99 peratus umat Islam yang lain terus bekerja keras dan hidup dengan aman damai.


Jika semakin ramai orang mempelajari Islam yang sebenarnya, kian bertambahlah yang melihat keindahan Islam,” ujarnya.


Beliau menyedari pengislamannya juga adalah permulaan baru dan banyak lagi yang perlu dilakukan dirinya mengenali Islam.

Kini, sebagai penebus atas kesalahannya membuat Fitna, Van Doorn menyatakan akan membuat karya besar untuk mengangkat Islam.


“Saya berdoa semoga air mata saya ini mampu menghapus segala dosa yang dilakukan pada masa lalu, dan saya akan bekerja untuk menghasilkan karya besar dan ingin mengangkat Islam dan kaum Muslimin setelah kembali daripada ibadah haji,” katanya pada akhir bicara. Sinar Harian

6 Jenis mata yang Allah SWT Cintai




  • 1- Mata mereka yang sentiasa berusaha ke arah melaksanakan perintah Jihad pada Jalan Allah SWT.
  • 2- Mata yang menitis air mata kerana takutkan kebesaran Allah SWT.
  • 3- Mata yang sentiasa bertahan atau bersabar daripada memandang perkara yang haram.
  • 4- Mata yang memerhati kejadian Allah SWT.
  • 5- Mata yang memandang Kitab Allah SWT-Al-Quran Al-Karim ( Membaca, mengambil pengajaran dan mengamal dalam kehidupan ).
  • 6- Mata yang memandang mereka yang miskin dengan penuh kerahmatan dan kasih sayang.

6 Kelemahan Jin Yang Anda Perlu Tahu

Walaupun jin dan syaitan mempunyai kemampuan-kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia, akan tetapi al-Quran dengan tegas mengatakan bahawa hakikatnya syaitan dan tipu dayanya itu adalah lemah. Berikut adalah beberapa contoh kelemahan jin, di antaranya:

1. Tidak boleh mengalahkan orang-orang soleh.
Bukti bahawa syaitan atau jin tidak akan dapat mengalahkan orang soleh adalah perkataan syaitan sendiri ketika berdialog dengan Allah dalam surah al-Hijr ayat 39 -
“Iblis berkata:” Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahawa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka “. (Surah Al-Hijr 15: 39-40).

Dari ayat ini dapat difahami bahawa yang menyebabkan syaitan itu dapat menguasai seseorang adalah kerana perbuatan dosanya. Ketika seseorang itu dekat dengan Allah, maka syaitan akan lari dan tidak akan berani mendekatinya apatah lagi menguasainya.

2. Syaitan takut dan lari oleh sebahagian hamba Allah
Apabila seseorang betul-betul memegang ajaran agamanya dengan betul serta mengukuhkan keimanannya dengan teguh, maka syaitan akan takut dan lari. Hal ini terdapat pada diri Umar bin Khatab. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Turmu-dzi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Umar: “Sesungguhnya syaitan sangat takut olehmu, wahai Umar” (HR. Turmudzi).
Bukan hanya kepada Umar, akan tetapi syaitan (jin kafir) juga akan takut oleh orang-orang beriman yang betul-betul dengan keimanannya. Dalam al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir pernah mengutip sebuah hadis berikut ini:
“Sesungguhnya orang mukminakan dapat mengawal (mengalahkan) syaithannya sebagaimana salah seorang dari kalian yang dapat mengawal untanya ketika perjalanan” (HR. Ahmad).
Bahkan, apabila seseorang betul-betul, dan soleh, dia boleh membawa qarinnya (penyertanya, kerana setiap manusia itu pasti disertai oleh syaitan (jin kafir) di sebelah kirinya dan malaikat di sebelah kanan atau sering disebut dengan qarin) masuk Islam. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim ini juga:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:” Tidak ada seorang pun kecuali ia disertai oleh seorang qarin (penyerta) dari jin dan seorang qarin (penyerta) dari malaikat “. Para sahabat bertanya: “Apakah termasuk anda juga wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Ya termasuk saya, hanya saja Allah menolong saya sehingga jin itu masuk Islam. Ia (jin tadi) tidak pernah menyuruh saya kecuali untuk kebaikan “(HR. Muslim).

3. Jin takluk dan taat kepada Nabi Sulaiman.
Di antara mukjizat Nabi Sulaiman adalah dapat menaklukan jin dan syaitan sehingga semuanya boleh bekerja atas perintahnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam ayat al-Qur’an berikut ini dalam surat Shad ayat 36-38:
“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu” (QS. Shad ayat 36-38 ).
Mukjijat ini diberikan kepada Nabi Sulaiman sebagai pengabulan atas doanya yang mengatakan:
“Dan berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak diberikan kepada seseorang setalahku” (QS Shad 38:35).
Doa Nabi Sulaiman inilah yang menyebabkan Rasulullah tidak jadi untuk mengikat jin yang datang dengan melemparkan anak panah ke muka beliau. Dalam sebuah hadis Muslim dikatakan:
“Dari Abu Darda berkata:” Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun, tiba-tiba kami mendengar Rasulullah mengatakan: “Aku berlindung kepada Allah darimu”, kemudian Rasulullah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam juga berkata: “Allah telah melaknatmu” sebanyak tiga kali. Rasulullah lalu menghamparkan tangannya seolah-olah beliau sedang menerima sesuatu. Ketika Rasulullah selesai solat, kami bertanya: “Wahai Rasulullah, kami mendengar anda mengatakan sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelum ini.
Kami juga melihat anda membukakan kedua tangan anda “. Rasulullah menjawab: “Baru Iblis, musuh Allah datang membawa anak panah api untuk dipasang di muka saya, lalu aku berkata:” Aku berlindung kepada Allah darimu “sebanyak tiga kali, kemudian saya juga berkata:” Allah telah melaknatmu dengan laknat yang sempurna “sebanyak tiga kali. Kemudian saya bermaksud untuk mengambilnya. Seandainya saya tidak ingat doa saudara kami, Sulaiman, tentu saya akan mengikatnya sehingga menjadi mainan anak-anak penduduk Madinah “(HR. Muslim)

4. Jin atau syaitan tidak dapat menyerupai Rasulullah
Syaitan dan jin tidak dapat menyerupai bentuk dan muka Rasulullah saw. Oleh kerana itu, apabila seseorang bermimi melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka ia sungguh telah melihatnya. Dalam hadis sahih dikatakan:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:” Sesiapa yang bermimpi melihatku, maka dia sungguh telah melihatku, kerana syaitan tidak dapat menyerupaiku “(HR. Muslim).

5. Jin dan syaitan tidak boleh melewati batas-batas tertentu di langit
Sekalipun jin dan syaitan mempunyai kelebihan dapat bergerak dengan cepat, akan tetapi mereka tidak akan dapat melepasi batas-batas yang telah ditetapkan yang tidak dapat dilalui selain oleh para malaikat. Kerana apabila mereka berani melaluinya, maka mereka akan binasa dan hancur. Kerana itu pula, jin tidak dapat mengetahui dan mencuri maklumat dari langit sehingga apa yang dibisikkannya ke tukang-tukang ramal dan dukun adalah kebohongan semata. Untuk lebih jelasnya akan hal ini, dapat dilihat dalam surah al-Rahman ayat 33-35).

6. Jin tidak dapat membuka pintu yang sudah ditutup dengan menyebut nama Allah
Dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:” Tutuplah pintu-pintu, dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya), kerana syaitan tidak akan membuka pintu yang sudah dikunci dengan menyebut nama Allah. Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air minum yang diperbuat dari kuit binatang) dan bekas-bekas kamu (untuk masa sekarang seperti almari, bupet, peti sejuk dan lain) sambil menyebut nama Allah, meskipun kamu hanya menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu-lampu kalian “(HR. Muslim). link

Golongan Yang Mendapat Pertunjuk Dari Allah

 Allah SWT menjelaskan golongan yang mendapat petunjuk dalam Al-Quran . Mereka yang mendapat petunjuk sebagai nikmat Allah yang besar , akan selamat , bahagia , dan mendapat ridho - Nya di dunia dan akhirat .

Pertama , para nabi dan rasul Allah . Dengan penggunaan Allah , mereka mampu menepis dan menolak godaan syaitan yang mengajak kepada perbuatan yang dilarang Allah . Allah SWT berfirman , '' Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak pula seorang nabi , melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan , setan pun memasukkan godaan - godaan terhadap keinginan itu , Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu , dan Allah menguatkan ayat - ayat - Nya . Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana . '' ( QS 22 : 52 ) .


Kedua , orang - orang yang tiada ragu beriman kepada Allah dan rasul - Nya kemudian mereka tidak ragu - ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah , mereka itulah orang - orang yang benar . ( QS 49 : 15 ) .

Ketiga , mereka yang mati syahid kerana menegakkan agama Allah . Mereka mendapat gelaran syuhada . Mereka mendapat kedudukan tinggi dan ganjaran yang baik dari Allah , seperti firman - Nya , '' Janganlah kamu mengira bahawa orang - orang yang gugur di jalan Alah itu mati , bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki , mereka dalam keadaan gembira disebabkan kurnia Allah yang diberikan - Nya kepada mereka , dan mereka bergirang hati terhadap orang - orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka , bahawa tidak ada kebimbangan terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati . Mereka bergirang hati dengan nikmat dan kurnia yang besar dari Allah , dan bahawa Allah tidak mensia - siakan pahala orang - orang yang beriman . '' ( QS 3 : 169-171 ) .

Keempat , orang yang melakukan amal soleh kerana didorong iman yang mereka miliki . Allah berfirman , '' Dan orang - orang yang beriman dan beramal soleh benar - benar akan Kami masukkan ke dalam ( golongan ) orang - orang yang soleh . '' ( QS 29 : 9 ) . Mereka pun menyuruh pada kebaikan dan mencegah kemungkaran , seperti firman Allah , '' Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan , mereka menyuruh kepada yang ma'ruf , dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada ( mengerjakan ) pelbagai kebaikan . Mereka itu termasuk orang - orang yang soleh . '' ( QS 3 : 114 ) .

Kelima , orang - orang yang mentaati petunjuk dan perintah Allah dengan ikhlas serta hati yang takut kepada siksa - Nya . Mereka digelar Allah dengan mukhlisin . Firman Allah SWT , '' Sesungguhnya orang - orang yang berhati - hati kerana takut akan ( azab ) Tuhan mereka , dan orang - orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka ( sesuatu apa pun ) , dan orang - orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan , dengan hati yang takut , ( kerana mereka tahu bahawa ) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka , mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan - kebaikan , dan merekalah orang - orang yang segera memperolehnya . '' ( QS 23 : 57-61 ) .

Selaku Muslim , kita harus berupaya keras agar termasuk golongan yang mendapat petunjuk dari Allah , sehingga memperoleh keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat . Amin .