Showing posts with label Ar MUNAKAHAT. Show all posts
Showing posts with label Ar MUNAKAHAT. Show all posts

7 Tips Menuju Kebahagiaan Rumah Tangga

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [QS. Ar-Rum ayat 21]

Hadis Nabi saw :

فال رسول الله صلى عليه وسلم : النكاح سنتى فمن رغب عن سنتي فليس منى

Pernikahan adalah perbuatan yang selalu diinginkan dan didambakan oleh setiap manusia yang hidup. Pernikahan itu adalah sunnah Nabi [النكاح سنتى], maka barang siapa yang tidak melaksanakan nikah, kata Nabi saw bukan golongannya [فمن رغب عن سنتئ فليس منى]. Pernikahan harus didasarkan pada agama, ibadah, dan menjalankan sunnah Nabi saw, dan bukan didasarkan pada nafsu belaka atau didasarkan tujuan lain yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Pernikahan harus atas dasar suka sama suka, saling cinta, bukan dasar paksaan, dan bersandar pada ibadah kepada Allah. Sebab, dalam menjalani kehidupan bahtera rumah tangga, bagaikan orang mengarungi samudra luas dan penuh dengan gelombang, pada siang, malam, panas dan hujan bahkan badai dan genlombang harus dilalui. Mungkin saja, cuaca tidak bersahabat yang tidak pernah kita prediksi yang dapat saja datang secara tiba-tiba.Kita harus selalu siap untuk menghadapi dan selalu mengantisipasi setiap perubahan. Maka, apabila seseorang dalan menjalankan rumah tangga tidak memiliki dasar, pedoman, mesti akan terombang-ambing dalam perjalanan rumah tangganya.

Dalam berumah tangga, kita akan melalui perjalanan panjang dan sangat melelahkan dengan tujuan untuk mecapai “pantai kebahagiaan” yang sakinah dan diridhoi Allah..
Untuk mencapai “pantai kebahagian” tersebut, tentu saja kita harus:
[1] mempersiapkan diri dan mental, baik suami maupun istri,
[2] mempersiapkan berbagai keperluan dan bekal agar perjalanan kita terasa aman, nyaman, dan lancer, sebab apabila datang badai dan gelombang, kita akan siap menghadapinya dengan sikap tenang, tidak grogi, tidak takut dan tidak gentar sekalipun dahsatnya badai dan gelombang tersebut, sebab kita memiliki dasar [agama] dan pedoman [al-Qur’an dan Hadis].

Untuk mengarungi perjalanan [rumah tangga] itu dengan baik dan lancar, kita perlu mempersiapkan :
Pertama, kapal [rumah tangga] yang kokoh agar tidak macet dalam perjalanan.
Kedua, mesin yang betul-betul baik.
Ketiga, bahan bakar yang cukup dan memadai.
Keempat, membawa peta dan kompas sebagai pedoman perjalanan agar tidak sesat dalam perjalanan. Kelima, membawa peralatan yang memadai untuk mengantipasi macet.
Keenam, nahkoda yang pandai, lihai, dan memiliki strategi untuk mengemudi kapal.
Ketujuh, membawa bekal yang cukup dalam perjalanan.


Pertama :
Rumah Tangga [الاسرة ], bagaikan kapal [bahtera] yang kokoh. Rumah tangga, harus dibangun atas dasar taqwa, cinta, suka sama suka dan didukung dengan kedua belah pihak keluarga yang merestui serta mengharapkan ridho Ilahi. Selain itu, harus mempunyai niat dan kebulatan tekad untuk berumah tangga atas dasar lillahita’ala, dengan ibadah [salat] – Insya Allah, rumah tangga akan kokoh. Berumah tangga itu sendiri juga sebagai perilaku ibadah kepada Allah dan menjalankan sunnah Nabi saw [النكاح سنتى ].


Kedua :
Hati [ القلب], sebagai mesin yang bagus. Artinya, suami istri harus punya tujuan yang sama. Berumah tangga bukan untuk hanya sekedar melepas nafsu birahi, melainkan harus memiliki tujuan untuk mencetak generasi-generasi bangsa yang baik, kuat dan tanggung serta bertaqwa kepada Allah swt. Tanpa punya perasaan sehati, mungkin saja tujuan tidak akan tercapai. Maka dengan dasar ini, suami istri harus tahun kepribadian masing-masing dan inilah yang dinamakan ta’aruf [تعارف ].


Ketiga :
Akhlak [الاخلاق], sebaga bahan bakar. Dalam berumah tangga, apabila hanya berbekal atau memiliki cinta dan perasaan saja, tanpa dibekali dan atau dibarengi dengan akhlak mulia, jangan berandai-andai untuk dapat menguasai medan perjuangan yang berat itu. Akhlak adalah pondasi utama dalam beragama, kata Abul Atahiyah : ليست الدنيا الا بدين وليس الدين الابمكارم الاخلاق , artinya ”tidaklah dikatakan dunia kecuali dengan agama dan tidaklah dikatakan agama kecuali dengan akhlak mulia”. Maka, kita harus membangun rumah tangga dengan akhlak yang muliah. Akhlak sebagi pondasi utama untuk membangun rumah tangga. Prinsip akhlak disini adalah saling menghargai, menghormati, menyayangi, penuh dengan senyum. Sifat ini dinamakan tabassum [التبسم] dan sifat ini sangat dianjurkan Rasulullah saw.


Keempat :

القران الكريم والحديث sebagai peta dan kompas. Sebagai pedoman agar tidak tersesat dalam perjalanan dan ketika menemukan kesulitan, keresahaan, bacalah al-Qur’an dan kemudian kembalikan atau pasrah kepada Allah. Suami dan istri harus saling mengingatkan dan ta’awun atau kerjasama dalam menghadapi kesulitan hidup. Semua persoalan harus diselesaikan berdua dan selalu pasrah kepada Allah. Kata Baihaki, ان ذ كرالله شفاء , ingat pada Allah sebagai obat, dan وان ذكرالناس داء ingat pada manusia penyakit. [البيهقي ].



Kelima :
Nasehat [النصيحة], sebagai peralatan yang dibawa dalam perjlanan. Agama adalah nasehat [الدين النصيحة], maka kembali kepada ajaran agama Islam dalam menghadapi setiap persoalan, sehingga mudah terselesaikan. Maka dalam kehidupan rumah tangga, sepenuh apapun perasaan cinta suami pada istri atau sebaliknya, kesalah fahaman dan perselisihan [baik kecil maupun besar] mesti ada. Suami dan istri harus saling mengingatkan, saling menasihati dengan sabar antara keduanya untuk mencapai kebaikan وتواصو بالحق وتواصو بالصبر ( dan bernasehatlah dalam kebaikan dan kesabaran ) atau mungkin kita butuh nasehat-nasehat orang tua, ustadz, tokoh masyarakat, atau orang yang lebih berpengalaman, sebagai obat pencerahan untuk mencapai tujuan hidup yang mungkin salah dilakukan oleh kita. Maka, setelah mendapatkan nasehat-nasehat akan tumbuh saling percaya, saling memaafkan, dan menghargai kesalah fahaman itu. Sikap ini dinamakan takarrum [التكارم] atau saling menghargai.


Keenam :
Suami [الزوج ], sebagai nahkoda yang lihai. Suami harus pandai memainkan peranan, dapat menjadi panutan, cerdas melihat situasi, agar penumpang atau orang yang bersamanya merasa aman, tenang dan nyaman. Seorang suami harus memiliki ikhtiar dalam menjalankan perannya, sehingga seburuk apapun situasi dan kondisi yang dihadapinya, harus tenang, sabar, dan berserah diri pada Allah [يبتغون فضلا من الله ورضوانا ], “mereka mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya”. Maka perumpamaan seorang suami, seperti seorang nahkoda yang menghadapi cuaca yang buruk. Dia harus tetap tenang untuk mencapai tujuan, maka secara perlahan-lahan tapi pasti dia akan lalui badai tersebut dan seluruh penumpang pasti akan menghormati dan menghargainya. Penghargaan itu akan datang dengan sendirinya, mungkin saja berupa ucapan terima kasih, mungkin ciuman, pelukan, bahkan dengan kepasrahan diri penumpang dan penumpang tersebut tiada lain adalah istri. Sikap ini dinamakan tala’ub [التلاعب ].


Ketujuh :
Kepasrahan [التسليم], sebagai bekal yang cukup. Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, kita harus banyak berusaha [bekerja] dan berdo’a (وابتغ فيما اتاك الله الدار الأخرة ولا تنس نصيبك من الدونيا وأحسن كما احسن الله إليك) " . “ carilah anugrah Allah untuk kehidupan akhirat, tetapi jangan lupa nasib(bagian)mu untuk kehidupan dunia dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik padamu”. Karena usaha atau bekerja tanpa do’a akan sia-sia, dan begitu juga sebaliknya do’a tanpa usaha atau bekerja adalah mimpi atau angan-angan belaka. Suami harus berusaha mencari nafkah untuk menghidupi istrinya. Suami dan istri harus dapat bekerja sama untuk melindungi perjalanan yang panjang, seorang suami tahu kebutuhan istri dan begitu sebaliknya istri tahu kebutuhan suami. Dengan demikian, akan terbangun sikap saling menghargai dan toleransi dalam berumah tangga. Sifat ini dinamakan tasamuh [التسامح].



Ketujuh mutiara ini, dinamakan “Resep agar tetap bahagia”, bertujuan yang jelas, pasti, dan sampai dengan selamat di atas Ridho Ilahi Robbi, dengan mengucapkan :

بارك الله لكماوبارك عليكماوجمع بينكما فى خير

Semoga Allah memberkahi pernikahan ananda berdua”, amien yaa robbal ‘alamiieen.


Semoga kita bisa mengambil hikmah dari catatan ini

Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda note ini bermanfaat

Berkahwin Itu Adalah Ibadah




Rasulullah SAW bersabda , '' Barang siapa yang menikahi seorang wanita kerana kedudukannya , maka Allah tidak akan menambahkan baginya kecuali kehinaan . Barang siapa yang menikahi seorang wanita kerana kekayaannya , maka Allah tidak akan menambahkan baginya kecuali kefakiran . '' 

Beliau melanjutkan , '' Barang siapa yang menikahi seorang wanita kerana kemuliaan nasabnya , maka Allah tidak akan menambahkan baginya kecuali kerendahan . Dan , barang siapa yang menikahi seorang wanita dan ia tidak menginginkan kecuali supaya dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluannya atau menyambung tali silaturahim , maka Allah akan memberkahi mereka berdua . '' ( HR Thabrani ) . 

Dari hadis di atas , ada dua perkara penting yang dapat dijadikan petunjuk bagi umat Islam yang hendak membina rumah tangga .  


Pertama , sebuah rumah tangga akan diberkati Allah atau tidak , salah satunya disebabkan oleh bagaimana niat awal dalam membina rumah tangga tersebut . Niat yang tidak benar menyebabkan rumah tangga yang dibina akan jauh dari keberkatan Allah . Dan , bahkan boleh menyebabkan rumah tangga kandas di tengah jalan . Sebaliknya , rumah tangga yang dibina dengan niat benar , di antaranya untuk lebih menjaga kesucian diri dan menyambung persaudaraan , maka keberkatan Allah akan diraihnya dan kelangsungan rumah tangga dapat terus dijaga . 

Kedua , berkahwin adalah ibadah . Nikah tidak sekadar menyatukan dua insan atau dua keluarga . Perkahwinan bukan pula merupakan kontrak sosial . Tetapi , nikah merupakan salah satu ibadah . Dengan nikah , sesuatu yang asalnya haram dilakukan menjadi boleh dilakukan dan dari asalnya dosa menjadi pahala . 

Allah menerangkan masalah perkahwinan dalam salah satu ayat - Nya dengan didahului kata - kata '' Tanda - tanda kekuasan - Nya '' dan diakhiri dengan perintah kepada manusia untuk berfikir agar menjadi orang yang bertakwa . Allah berfirman , '' Dan di antara tanda - tanda kekuasaan - Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri - isteri dari jenis kamu sendiri , supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya , dan dijadikan - Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang . Sesungguhnya pada yang demikian itu benar - benar terdapat tanda - tanda bagi kaum yang berfikir . '' ( QS 30 : 21 ) . 

Rasulullah pun menjelaskan dalam sabdanya , '' Apabila seorang hamba ( manusia ) telah berkahwin , maka ia telah menyempurnakan separuh agama , kerana itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa . '' Dan , dalam suatu riwayat Thabrani dijelaskan , '' Barang siapa yang nikah , maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan separuh iman , kerana itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa . '' 
Dalam bahasa Al-Quran , pernikahan disebut sebagai mitsaqan ghalizha ( perjanjian yang kuat dan sangat berat ) . Kerananya , Allah dan rasul - Nya melarang pernikahan dijadikan sebagai main - main . Rasulullah melarang perkahwinan yang bersifat kontrak atau sementara . Bahkan , perceraian pun merupakan sesuatu yang boleh dilakukan tetapi dibenci oleh Allah .

Patutkah Si Suami Temankan Isteri Bersalin..


Zaman sekarang ni, sudah banyak hospital yang membenarkan suami menemani isteri bersalin. Tapi, sejauh mana kewajaran situasi ini?

Apa kebaikan-kebaikan yang boleh diperolehi?

1. Meredakan debaran di hati isteri
Saat-saat ingin melahirkan anak mestilah saat yang mendebarkan, bukan isteri sahaja yang berdebar, malah suami juga. Kehadiran suami di sisi isteri dapat meredakan debaran yang dirasai isteri. Jadi, sama-sama dapat meredakan debaran antara satu sama lain.


2. Meredakan kesakitan isteri
Kehadiran suami di sisi juga dapat meredakan kesakitan yang ditanggung oleh isteri walaupun hanya sekadar mengusap belakang isteri ketika kontraksi atau sekadar memberi kata-kata perangsang.

3. Menimbulkan keinsafan di hati suami
Secara tak langsung, boleh timbul keinsafan kepada suami apabila melihat kesakitan yang ditanggung oleh isteri dalam usaha memberikan zuriat yang diinginkan.

4. Lebih menyayangi dan menghargai isteri
Apabila melihat betapa susahnya isteri melahirkan anak, bertarung nyawa dan menanggung segala kesakitan, boleh memberi keinsafan kepada suami untuk lebih menyayangi dan menghargai isteri. Hargailah isteri anda, wahai sang suami.

5. Lebih menghargai keluarga
Melihat proses bersalin, boleh membuatkan kita lebih menghargai keluarga, bukan setakat kepada isteri dan anak-anak, malah juga kepada ibu yang melahirkan kita. Seperti mana kesakitan yang ditanggung oleh isteri, begitu jugalah kesakitan yang ditanggung oleh ibu saat melahirkan kita.

Bagaimana suami boleh membantu, jika takut melihat darah?
Suami yang takut melihat darah, masih boleh menemani isteri pada peringkat awal (tahap pertama proses kelahiran). Pada tahap ini, isteri akan mengalami kontraksi yang lebih kerap. Suami boleh membantu dengan cara:
- Memegang tangan isteri untuk menenteramkannya
- Mengurut bahagian belakang isteri untuk mengurangkan kesakitan
- Mengelap muka isteri apabila berpeluh
- Membasahkan bibir dengan air atau ketulan ais serta beri air kepada isteri

Jadi, kaum Adam sekalian, yang telah bergelar suami, adakah anda menemani isteri anda ketika bersalin?...........UstazCambodia

Remaja Keluar Ikut Tingkap Untuk Dirogol

Pelajar dakwa dirogol 'Awie'

BESUT - Rahsia seorang pelajar perempuan tingkatan tiga sebuah sekolah menengah di sini yang sering keluar melalui tingkap bilik tidurnya untuk bertemu teman lelaki pada awal pagi pecah tembelang apabila perbuatan itu disedari ibunya. Gambar fail

Rahsia itu terbongkar pada jam 2.30 pagi, Sabtu lalu oleh ibu remaja itu apabila dia terjaga daripada tidur kemudian selepas memeriksa bilik tidur anaknya namun mendapati anaknya tidak ada di dalam bilik manakala pintu tingkap terbuka.

Lebih malang, gara-gara tindakan mencuri keluar pada awal pagi menyebabkan pelajar itu mendakwa dirogol teman lelakinya yang dikenali dengan panggilan Awie yang tinggal bersebelahan rumahnya di sebuah kampung dekat Kuala Besut.

Timbalan Ketua Polis Daerah, Deputi Superintendan Noorzainy Mohd Noor mengesahkan menerima laporan tersebut dan memberitahu, sebaik menyedari anaknya tidak ada di dalam bilik, ibu mangsa pergi ke rumah jirannya itu dan mendapati mangsa berada di ruang tamu rumah bersama Awie. Menurutnya, ibu mangsa terus membawa anaknya pulang.

“Ibu mangsa turut mengesyaki Awie melakukan hubungan seks dengan anaknya kerana anaknya mengaku beberapa kali pergi ke rumah suspek ketika ibu dan ahli keluarganya sedang tidur,” katanya

Noorzainy berkata, polis sudah mengenal pasti suspek berumur 35 tahun yang sudah berkahwin itu dan usaha memburunya sedang giat dilakukan.

Kes ini disiasat di bawah Seksyen 376 Kanun Keseksaan kerana merogol. -SH


P--Kes ini diklassifikasikan sebagai jenayah rogol sebab pelajar itu berusia bawah 16 tahun.

Undang-undang di dalam negara kita menetapkan semua yang dibawah 16 tahun dianggap kes rogol sekalipun suka sama suka kerana menjadi tanggungjawab lelaki untuk menjaga dan menasihati mereka yang dikategorikan di bawah umur, bukan mengambil kesempatan dari kerelaan mereka.

Di dalam kes di atas berlaku kecuaian ibubapa menjaga anak perempuannya sehingga beliau boleh keluar melalui tingkap untuk ke rumah jirannya lantas dirogol. Sumber
Panduan Suami Baik: Ustaz Azhar Idrus...

Panduan Suami Baik: Ustaz Azhar Idrus...

* Pasang niat dan berdoa untuk menjadi suami terbaik. Tanpa berniat dan berdoa anda tidak mungkin jadi suami yang cemerlang. Ramai suami terlupa.

* Bersyukur kerana mempunyai pasangan hidup. Yakinlah bahawa isteri anda adalah pasangan terbaik yang Tuhan tentukan untuk anda. Ketentuan Tuhan adalah yang terbaik.

* Suami mithali menjadi kebanggaan isteri. Pastikan anda membentuk sifat positif dan istimewa.

* Cuba tanya diri apakah sifat atau amalan yang boleh dibanggakan oleh isteri anda.

* Setiap hari pulang dengan senyum dan bersemangat. Apabila suami tersenyum, isteri dan anak-anak akan bahagia dan rahmat Tuhan akan turun. Senyumlah apabila sampai ke rumah.

* Pastikan anda ada masa untuk berbual dengan isteri setiap hari. Semua isteri bahagia apabila dapat berbual dengan suami. Berapa minit yang anda luangkan untuk berbual dengan isteri setiap hari ?

* Telefon isteri ataupun hantar SMS sekadar untuk menyatakan yang anda sayang ataupun rindu pada isteri. Isteri anda akan berasa seronok dan bahagia apabila mendapat panggilan ataupun mesej tersebut.

* Hiburkan hati isteri anda dengan bercerita, buat lawak atau gurauan yang mesra. Setiap gurauan mengubat hati isteri dan mengeratkan hubungan suami isteri.

* Pastikan anda bergurau senda dengan isteri di dalam kenderaan semasa dalam perjalanan ke tempat kerja ataupun ke mana sahaja. Ramai suami membazir masa dengan membisu semasa di dalam kenderaan.

* Amalkan makan bersama setiap hari. Berbual mesra dan nasihat menasihati semasa makan. Amalan ini akan menarik hidayat Tuhan dan mengeratkan hubungan. Elakkan berbual perkara yang melalaikan semasa makan.

* Ajak isteri mandi bersama sekali sekala. Bergurau senda semasa mandi bersama adalah sunah yang dapat mengeratkan hubungan suami isteri.

* Bantu isteri melakukan kerja rumah. Ini adalah sunah yang dapat meringankan beban isteri, mengeratkan kasih sayang dan menbahagiakan pasangan anda.

* Amalkan mesyuarat keluarga sekerap yang mungkin. Amalan bermesyuaratmenarik hidayat Tuhan,mengeratkan hubungan dan menyelesaikan banyak masalah.

* Pastikan penampilan anda anggun, kemas, bersih, wangi, sihat dan ceria. Ramai suami inginkan isteri yang mengancam, tetapi mengabaikan penampilan diri sendiri. Mana adil ?

* Didik isteri dengan memberi nasihat dan peringatan secara hikmah. Jadikan tindakan dan amalan anda sebagai contoh teladan yang cemerlang. Elakkan cakap tak serupa bikin.

* Berikan nafkah kepada isteri mengikut keperluan keluarga dan kemampuan suami. Ramai suami mengabaikan nafkah kerana isteri bekerja. Ramai suami yang kedekut dan berkira. Ini menyebabkan isteri derita dan rumahtangga terancam.

* Jadikan penawar hati kepada isteri. Ambil berat keperluan dan kemahuan dan peka kepada emosi dan situasi isteri. Isteri yang bahagia membentuk keluarga sejahtera.

* Sentiasa taat kepada semua perintah Tuhan dan memastikan keluarga juga patuh kepada Tuhan.

* Suami mithali sentiasa menyimpan rahsia isteri. Ramai suami secara sengaja ataupun tidak sengaja menceritakan keburukan isteri kepada orang lain. Ini wajib dihentikan.

* Muliakan keluarga isteri seperti keluarga sendiri.

* Bentuk sifat cemburu yang positif. Cemburu tanda beriman, sayang dan endah. Suami yang tidak cemburu adalah dayus. Isteri amat suka apabila suaminya ada sifat cemburu. Dia rasa dihargai.

* Jadilah suami yang pemaaf. Syurga isteri di bawah tapak kaki suami.Maafkanlah isteri setiap malam sebelum tidur supaya rumah tangga bahagia dan isteri mudah masuk syurga.

* Tegur kesilapan isteri dengan hikmah dan kasih sayang. Isteri merajuk bukan sebab ditegur, tetapi cara ditegur yang kasar. Apabila suami kasar, isteri jadi takut, bingung, hiba dan memberontak.

* Gunakan Nabi Muhammad sebagai model. Hidupkan amalan sunah dalam rumahtangga. Sebut nama rasul apabila mendidik dan menasihati keluarga bagi mendapat hikmah.

* Mendahulukan keperluan isteri daripada orang lain. Ini adalah tertib memberi khidmat. Ramai suami yang melebihkan orang lain daripada isterinya. Elakan kesilapan ini.

* Suruh isteri dirikan sembahyang dan ibadah lain. Apabila berjauhan, telefon ataupun SMS bagi mengingatkan sembahyang. Wasiatkan isteri untuk sembahyang fardu dan sunat. Buat pesanan ini sehingga suami meninggal dunia.

* Cintai isteri sepenuh hati. Cintai tanpa syarat, bertambah mengikut usia, penuh kemaafan, memberi tenaga,tidak pernah sensara serta berteraskan iman dan takwa.

* Sentiasa berubah secara positif. Sebelum cuba ubah isteri dan keluarga, ubah diri dulu. Apabila suami berubah, keluarga akan turut berubah. Apabila suami cemerlang, isteri akan gemilang.

* Pamer keprihatian yang tinggi terhadap keluarga. Ramai suami tidak ambil kisah dengan keluarga mereka.Cuba tanya apa lagi khidmat tambahan yang patut berikan kepada keluarga.

* Pamer kematangan yang tinggi. Orang yang matang tenang, sabar, waras, bijaksana, dapat membuat keputusan dan cekap menyelesaikan masalah.

* Memuliakan semua perempuan bukan sekadar isterinya. Ramai lelaki cuba hormat wanita tertentu sahaja. Ramai isteri yang kecewa terhadap suami yang menghina atau tidak hormat sebarang wanita termasuk pembantu rumah.

* Bentuk beberapa sifat wanita yang terpilih dalam diri suami. Nabi Muhammad amat pemalu, pemaaf, peka, endah dan mudah menangis. Sifat wanita yang ada pada lelaki menaikkan martabat lelaki dan lebih disayangi wanita.

* Mahir dalam menguruskan keluarga. Peka dengan masalah dan karenah ahli keluarga, cekap mencari punca masalah, mencari alternatif penyelesaian dan memilih penyelesaian yang optimum.

* Membaiki diri secara berterusan. Tingkatkan iman dan takwa, cuci hati dengan sembahyang taubat, istighfar,memaafkan dan minta maaf, berkawan dengan orang yang baik, pendapatan yang berkat dan baiki amalan dan tindakan.

* Jadi contoh atau model terbaik untuk keluarga. Doa dan usaha supaya setiap perbuatan anda dapat dicontohi dan dibanggakan ahli keluarga. Apakah sifat dan amal anda yang dapat dicontohi oleh ahli keluarga ?

* Jadikan diri anda pendorong dan motivator berkesan unutk keluarga. Sentiasa beri galakan dan belaian. Elak marah, kritik ataupun hina keluarga. Fikir positif dan bersangka baik terhadap keluarga.

* Tingkatkan ilmu berkenaan agama. Lazimnya, suami yang mendidik keluarga berkenaan agama. Belajarlahilmu agama dengan niat mendidik diri dan keluarga.

* Sentiasa menegakkan kebenaran. Tegas menyatakan apa yang buruk dan apa yang baik. Elak mengenepikan kebenaran semata-mata bagi menjaga hati ahli keluarga. Tegakkan kebenaran dengan hikmah.

* Bertindak tegas dan lemah lembut mengikut situasi. Tegas dalam menyeru ke arah kebaikan. Lemah lembut dalam menegur dan memberi nasihat. Tegas sangat orang memberontak, lembut sangat orang pijak.

* Latih diri memuji dan menghargai isteri. Ramai suami yang pandai kritik tetapi tidak tahu memuji. Belaian merawat emosi dan fizikal isteri dan membuat dia terasa disayangi. Cari peluang untuk sentiasa memuji.

* Cari peluang untuk bertindak romantis terhadap isteri. Ini termasuk senyum, lemah lembut, sebut sayang tiga kali sehari, buat sebelum disuruh, sentuhan sayang, pujian dan memberi hadiah.

* Fahami yang isteri ingin selalu di sisi suami. Suami pula berjauhan dengan isteri sekali sekala. Apabila berjauhan, telefon, SMS ataupun e-mel untuk bertanya khabar, berikan maklumat dan mengubat rindu.

* Bentuk kerjasama yang mantap dengan isteri. Pamer kesatuan hati dan pendapat kepada anak-anak dan orang lain. Wujudkan kerjasama melaui mesyuarat, berbual, tolak ansur, bermaaf-maafan dan banyak berdoa.

* Nilai diri daripada kaca mata isteri. Buang sifat dan amalan yang isteri benci. Berusaha keras melakukan perkara yang isteri suka. Apabila isteri bahagia, suami akan bertambah bahagia.

* Apabila suami melayan isteri seperti mana dia melayan kawan, pasti isteri bahagia. Bayangkan cara anda melayan isteri sebelum kahwin. Ulangi layanan itu sekarang. Pasti hebat kesannya.

* Suami wajar belajar jadi mengikut setia. Patuhi cadangan, pandangan dan pandapat isteri yang betul. Jangan bangkang perkara yang baik. Kawal macho dengan saksama.

* Buat undang-undang dalam rumah tangga. Apabila suami marah, isteri mesti senyap. Apabila isteri marah,suami mesti senyap. Ini mengelakkan daripada bergaduh. Orang tidak boleh bergaduh sendirian.

* Latih gerak batin anda supaya serasi dengan gerak batin isteri. Serasikan gerak batin dengan berdoa, patuh perintah Tuhan, maafkan isteri, bersangka baik dan lakukan perkara baik untuk isteri mengikut sebarang lintasan dalam hati.

* Pimpin isteri dengan nasihat dan kasih sayang. Pesan selalu dan nasihat sekali-sekala. Waktu terbaik nasihat adalah semasa rehat, minum petang, waktu bersiar-siar dan semasa hendak tidur.

* Seimbangkan hidup dengan sempurna. Rajin di tempat kerja, rajin juga di rumah. Peramah dengan kawan, peramah juga dengan isteri. Disiplin di pejabat, disiplin juga di rumah. Sabar dengan orang, sabar juga dengan isteri. Di luar dan di dalam rumah serupa.

* Urus stres dengan sempurna supaya keluarga tidak terjejas. lakukan riadah, berdiet, hentikan merokok,bercampur dengan orang positif, bermain dengan bayi, tengok ikan di akuarium, menyanyi, sembahyang taubat dan maafkan semua orang.

Nikah Dalam Internet Pertama Di dunia


Jeddah - Keterbatasan ruang dan waktu rupanya tak menghalang proses pernikahan ini. Dalam upacara tersebut, pengantin lelaki, Ahmad Jamil Rajab (26) berada di Amerika, sementara pengantin perempuan, Wafa Suhaimi (24) berada di Jeddah. Ahmad dapat melihat pihak pengantin perempuan, wali, saksi, dan keluarganya melalui web-cam yang dibesarkan oleh LCD (projektor), demikian juga sebaliknya.

Rukun-rukun dan syarat nikah pun dinyatakan terpenuhi. Akad ijab kabul juga telah disahkan. Kedua mempelai pun dinyatakan rasmi sebagai suami isteri.

Orang-orang yang hadir dalam upacara pernikahan itu tampak ceria dan berwajah cerah. Senyum kebahagiaan juga terpancar dari raut wajah kedua belah pihak: orang tua mempelai lelaki, orang tua mempelai perempuan, para kerabat mempelai, dan juga petugas KUA Saudi.

Hukumnya Boleh dan Pernikahannya Sah

Sementara itu, ketua bagi pernikahan unik itu, Syaikh Adil ad-Damari, mengaku baru pertama kalinya mengelolakan acara pernikahan semacam ini.

"Ini benar-benar kali yang pertama, dan benar-benar unik," katanya.

Ad-Damari menyatakan, terkait hukum pernikahan demikian adalah bersandarkan kepada hadith nikah muwakkal atau juwaz bil wikalah (nikah yang diwakilkan). Menurut hukum Islam, pernikahan yang diwakilkan itu sah. Hal tersebut dipraktikkan Nabi saw ketika menikahi Ummu Habibah yang sedang berada di Habsyah (Eutiopia), dan diwakili oleh Amru bin Umayyah Adhdhomari dan maharnya dari Najashi penguasa Habsyah (HR. Abu Daud).

Pada waktu dilangsungkan acara pernikahan itu, Yusuf, abang kandung Ahmad, berada di tempat pihak mempelai perempuan di Jeddah. Ad-Damari pun meniatkan untuk menjadikan Yusuf sebagai wakil dari Ahmad.

Syaikh Dr. Muhammad an-Najimi, salah seorang anggota Dewan Fikh Islam (Majma' al-Fiqh al-Islami) Arab Saudi juga menilai hukum pernikahan "mode baru" ini adalah boleh dan sah."Pernikahan seperti demikian hukumnya sah," jelasnya.

Dari eramuslim

Elak Bersangka Buruk Terhadap Bakal Isteri @ Suami

Perkahwinan merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW yang telah disyariatkan kepada sesiapa yang berkemampuan dari segi zahir dan jasmani. Sesiapa yang membuat keputusan untuk berkahwin hendaklah bersedia dari segala aspek kerana perkahwinan ini bukan sesuatu perkara yang mudah seperti kita membeli ikan di pasar. Banyak benda yang perlu kita fikir dan pertimbangkan seperti agama, rupa paras, keturunan dan harta. Islam telah menyarankan kepada hambanya supaya memilih pasangan berdasarkan agama mereka, bukan berdasarkan rupa paras yang ada kepada mereka. Hadis Nabi Muhammad SAW yang bermaksud :

“Seseorang wanita itu dikahwini kerana empat perkara : Kerana hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Utamakanlah yang mempunyai agama, nescaya kamu akan selamat” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dalam masalah anda ini, setiap manusia tidak terlepas dari melakukan kesalahan dan tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan dan dosa kecuali para nabi dan rasul kerana mereka adalah maksum (dipelihara Allah). Sepatutnya anda perlu memaafkan segala kesalahan yang pernah dilakukan oleh bakal isteri awak, betapa baiknya dia sanggup menceritakan segala kisah silamnya. Sepatutnya anda kena terima secara terbuka, ikhlas serta bersangka baik dan bukan bersangka buruk terhadapnya. Islam juga menyarankan umatnya bersangka baik terhadap orang lain dan kerana bersangka buruk boleh mendatangkan fitnah dan boleh menyebabkan hubungan anda menjadi masalah dengan bakal isteri anda.

Sepatutnya anda kena menerimanya dengan baik walaupun dirinya tidak memenuhi segala kreteria yang anda tetapkan. Hal ini boleh diterima dengan satu cara sahaja iaitu memilih bakal isteri berdasarkan agama seperti menutup aurat, melaksanakan ibadah fardu dengan baik, menghormati orang, lemah lembut, mempunyai akhlak yang mulia atau sebagainya. Anda dan keluarga anda juga tidak akan kecewa kerana wanita yang taat kepada perintah Allah telah tahu apa tugasnya sebagai isteri dan hamba Allah, anda juga tidak perlu mengajarnya menjadi seorang isteri dan menantu yang baik, malah jika anda melakukan kesalahan dia sendiri yang akan menegur dan memberi nasihat kepada anda. Betapa bahagianya bila ada isteri sebegini, sejuk mata dan lembut hati bila bersamanya.

Buangkan segala perasaan negatif terhadap bakal isteri anda kerana ia tidak mendatangkan apa-apa keuntungan kepada diri anda dan keluarga anda. Bila berkahwin tanggungjawab anda besar dan akan bersamanya sampai bila-bila. Jika pada awalnya sudah berperasaan negatif, bagaimana anda hendak menjadi suami yang baik dan bertanggungjawab? Saya juga yakin rumahtangga yang dibina pasti akan timbul masalah yang besar dan ini akan menjadi duri dalam bahtera rumahtangga anda. Bila berlaku sahaja pergaduhan dan pertengkaran masalah silam isteri akan diungkit.

Hidup anda bersamanya juga menjadi tidak nyaman kerana buruk sangka sentiasa bermain di dalam fikiran anda, lama-lama ia akan membuatkan perasaan anda tidak tenteram, waktu itu juga anda akan sentiasa mencari gaduh dengannya walaupun perkara tersebut remeh seperti masakan tidak sedap, air kopi tidak manis atau sebagainya. Masalah ini juga boleh mendatangkan penceraian, bila berlaku cerai anak-anak terabai sehingga menyebabkan anak mencari keseronokan diluar kerana mereka beranggapan ibu bapa mereka bukan tempat untuk mereka bermanja dan mengadu masalah.

Cuba kita perhatikan betapa besar inpak atau kesan dari sangka buruk tadi. Pada awalnya kecil tapi kesannya sangat dalam sehingga boleh menyebabkan pengabaian tanggungjawab di dalam rumahtangga. Bagaimana nanti bila anda mati dan berada di hari perhitungan Allah. Ya ibadah anda sempurna tetapi tanggungjawab terhadap keluarga tidak sempurna disebabkan buruk sangka anda. Keputusannya, Allah memerintahkan diri anda dihumbankan ke dalam neraka Allah disebabkan anda cuai sebagai ketua keluarga. Nauzubillahiminzalik….

Tujuan perkahwinan untuk mencari keseronokkan dan ketenteraman di dalam kehidupan. Orang berkahwin segala keperluan hidupnya dipenuhi seperti kesempurnaan ibadah, seksual, memperolehi keturunan  dan segala yang dapat dinikmati di dalam alam berumahtangga. Kata Imam al-Ghazali di dalam kitabnya al-Ihya' Ulumuddin, terdapat lima tujuan pertama, dapat menghasilkan keturunan supaya dunia ini tidak kepupusan makhluk dari bangsa manusia. Dan seterusnya anak tersebut dapat berdoa untuk kedua ibubapanya setelah kematian mereka. Kedua, menghilangkan tekanan syahwat seks terhadap wanita yang sentiasa datang mengganggu di dalam ibadatnya. Tekanan ini juga akan membawa kepada zina mata atau zina faraj. Dengan perkahwinan seseorang itu dapat memelihara diri dari syaitan yang akan membawa ke arah perkara-perkara yang haram. Ketiga, Membereskan gangguan hati dalam masalah urusan rumahtangga seperti memasak, mengemas, membasuh dan lain-lain. Dengan ini, masanya tidak banyak terbuang hanya untuk urusan tersebut sahaja. Keempat, dengan pergaulan dan percampuran suami isteri dapat menggembirakan serta menjinakkan hati dan perasaan. Di mana perkara ini akan mendorong dan menguatkan hatinya untuk rajin melakukan ibadat. Kelima, dapat bermujahadah melawan hawa nafsu di dalam kehidupan berumahtangga.