Showing posts with label Ar DERHAKA. Show all posts
Showing posts with label Ar DERHAKA. Show all posts

12 kaum yang dibinasakan Allah SWT

1. Kaum Nabi Nuh
Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun, namun yang beriman hanyalah sekitar 80 orang. Kaumnya mendustakan dan memperolok-olok Nabi Nuh. Lalu, Allah mendatangkan banjir yang besar, kemudian menenggelamkan mereka yang engkar, termasuk anak dan isteri Nabi Nuh. (Surah Al-Ankabut: 14)
2. Kaum Nabi Hud
Nabi Hud diutus untuk kaum ‘Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Allah lalu mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa. (Surah Attaubah: 70, Alqamar: 18, Fushshilat: 13, Annajm: 50, Qaaf: 13)
3. Kaum Nabi Salleh
Nabi Salleh diutuskan Allah kepada kaum Tsamud. Nabi Salleh diberi sebuah mukjizat seekor unta betina yang keluar dari celah batu. Namun, mereka membunuh unta betina tersebut sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka. (Surah ALhijr: 80, Huud: 68, Qaaf: 12)
4. Kaum Nabi Luth
Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyonsang, iaitu berminat dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Banyak kali diberi peringatan, mereka tidak mahu bertaubat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Dan, kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah runtuhan rumah mereka sendiri. (Surah Alsyu’araa: 160, Annaml: 54, Alhijr: 67, Alfurqan: 38, Qaf: 12)
5. Kaum Nabi Syuaib
Nabi Syuaib diutuskan kepada kaum Madyan. Kaum Madyan ini dihancurkan oleh Allah kerana mereka suka melakukan penipuan dan kecurangan dalam perniagaan. Bila membeli, mereka minta dilebihkan dan bila menjual selalu mengurangi. Allah pun mengazab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Banyak kali mereka berlindung di tempat yang teduh, perkara itu tidak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka binasa. (Surah Attaubah: 70, Alhijr: 78, Thaaha: 40, dan Alhajj: 44)
Selain kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib juga diutus kepada penduduk Aikah. Mereka menyembah sebidang padang tanah yang pohonnya sangat rimbun. Kaum ini menurut sebagian ahli tafsir disebut pula dengan penyembah hutan lebat (Aikah). (Surah AlHijr: 78, Alsyu’araa: 176, Shaad: 13, Qaaf: 14)
6. Firaun
Kaum Bani Israil sering ditindas oleh Firaun. Allah mengutus Nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun akan azab Allah. Namun, Firaun mengaku sebagai tuhan. Dia akhirnya maut di Laut Merah dan jasadnya berjaya diselamatkan. Hingga kini masih boleh disaksikan di museum mumi di Mesir. (Albaqarah: 50 dan Yunus: 92)
7. Ashab Al-Sabt
Mereka adalah segolongan fasik yang tinggal di Kota Eliah, Elat (Palestin). Mereka melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu dan tidak ada ikan pada hari lainnya. Mereka meminta rasul Allah untuk mengalihkan ibadah pada hari lain, selain Sabtu. Mereka akhirnya dibinasakan dengan dilaknat Allah menjadi kera yang hina. (Surah Al-A’raaf: 163)
8. Ashab Al-Rass
Rass adalah nama sebuah telaga yang kering airnya. Nama Al-Rass ditujukan pada suatu kaum. Konon, nabi yang diutus kepada mereka adalah Nabi Salleh. Namun, ada pula yang menyebutkan Nabi Syuaib.
Sementara itu, yang lainnya menyebutkan, utusan itu bernama Handzalah bin Shinwan (adapula yang menyebut bin Shofwan). Mereka menyembah patung. Ada pula yang menyebutkan, pelanggaran yang mereka lakukan kerana mencampakkan utusan yang dikirim kepada mereka ke dalam perigi sehingga mereka dibinasakan Allah. (Surah Alfurqan: 38 dan Qaf ayat 12)
9. Ashab Al-Ukhdudd
Ashab Al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya. Sementara itu, sekelompok orang yang beriman diceburkan ke dalam parit yang telah dibakar, termasuk seorang wanita yang sedang menggendong seorang bayi. Mereka dikutuk oleh Allah SWT. (Surah Alburuuj: 4-9)
10. Ashab Al-Qaryah
Menurut sebagian ahli tafsir, Ashab Al-Qaryah (suatu negeri) adalah penduduk Anthakiyah. Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah membinasakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras. (Surah Yaasiin: 13)
11. Kaum Tubba’
Tubaa’ adalah nama seorang raja bangsa Himyar yang beriman. Namun, kaumnya sangat engkar kepada Allah hingga melampaui batas. Maka, Allah menimpakan azab kepada mereka hingga binasa. Peradaban mereka sangat maju. Salah satunya adalah empangan air. (Surah Addukhan: 37)
12. Kaum Saba
Mereka diberi berbagai kenikmatan berupa kebun-kebun yang ditumbuhi pohonan untuk kemakmuran rakyat Saba. Kerana mereka enggan beribadah kepada Allah walau sudah diperingatkan oleh Nabi Sulaiman, akhirnya Allah menghancurkan empangan Ma’rib dengan banjir besar (Al-Arim). (Surah Saba: 15-19)
* Sumber dari selasihhijau.blogspot.com

Cara Nak Tahu Kedai Guna Pelaris?

“Sesungguhnya tidak ada kekuasaan bagimu (Syaitan) terhadap hamba-hambaKu, kecuali ke atas mereka yang mengikut kamu, iaitu orang-orang yang sesat”
( Al-Hijr: 42) 

“Sesungguhnya Syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya” ( An-Nahl : 99)
“Sesiapa yang mendatangi tukang tilik dan tukang tenung ( bagi mendapatkan bantuan berkaitan ghaib), kemudian mempercayai ramalan si tukang/dukun tadi, maka ia (yang pergi berjumpa itu) telah pun kufur dengan agama Nabi Muhammad SAW ” ( Riwayat Al-Bazar & Abu Ya’la, Albani : Sohih, Ghayatul Maram, no 285)


Di zaman moden hari ini masih ramai lagi yang berani menempah tempat di Neraka dengan mengamalkan sihir untuk pelbagai tujuan dan maksud.Walaupun sudah jelas larangan Rasulullah s.a.w tentang bahaya sihir ternyata masih ada lagi yang mendapatkan khidmat bomoh.

Mereka ini terdiri dari berbagai lapisan masyarakat dan tujuan,bahkan ada juga dari kalangan artis dan ahli politik yang mendapatkan khidmat tukang-tukang sihir ini.

Ada juga yang ingin membalas dendam kepada seseorang yang tidak disukainya dengan cara ini.
Apa yang saya nak sentuh pada kali ini ialah berkenaan dengan penggunaan pelaris kedai.Di sangkakan dengan bercambahnya ilmu dan pusat-pusat pengajian Islam di masjid-masjid ,surau-surau dan forom-forum amalan khurafat ini sudah berkurangan tapi nampaknya masih rancak di negara kita malaysia.

Jika dulu amalan pelaris yang menggunakan khidmat jin khadam atau tangkal ini hanypopular di Indonesia dan Sabah sarawak sahaja tapi sekarang sudah merebak sampai ke semenanjung.Jadi kita sebagai pengguna harus berhati-hati dalam memilih kedai makan.Persoalannya bagaimana nak tahu kedai makan yang di syaki itu benar2 mengamalkan pelaris atau tidak.

Ini satu petua yang di ajarkan oleh seorang pengamal perubatan Islam.
Cara mudahnya nak tahu kedai itu ada pelaris (Khadam jin), baca Ayat Qursi 3kali di luar dari kedai. 

Sebaiknya semasa dalam kereta. Kemudian buka tingkap dan tiup 7x ke arah kedai. Tak perlulah tiup macam bomoh pooh kiri pooh kanan.he he
Tiup perlahan-lahan sampai habis nafas(mcm ustaz Ismail Kamus ajar)

Sekiranya ada pelaris di kedai tersebut, “khadam” tu akan marah dan kita akan rasa seperti satu angin menerpa ke muka kita. Kalau dah macam tu, eloklah kita jangan makan dikedai tersebut.

Beberapa cara di bawah bolehlah di amalkan untuk mengelak sihir :- 
1) Al-Fatihah.
2) Membaca tiga surah terakhir atau 3 Qul setiap hari.
Ia berdasarkan hadith :
Baginda S.A.W telah berkata kepadaku :
“Bacalah Qul Huwa Allahu Ahad” (al-ikhlas) dan (surah an-Nas) dan (surah al-falaq) sebanyak 3 kali ketika pagi dan petang, ia mampu mencukupkan kamu dari segala sesuatu”.
( At-Tirmidzi, Bab Doa yang disebut Ketika Ingin Tidur, no 3570 ; Sunan Abu Daud, Bab Apa Yang Dibaca Ketika Subuh, no 5072 ( Nuzhatul Muttaqin, no 1457 , 2/229 ) link

Syiah Adalah Musuh Islam Dalam Selimut



Imam Ibnu Katsir رحمه الله telah menjelaskan fenomena ini dalam kitabnya ketika menyebutkan biografi salah seorang tokoh Syiah yaitu Ibnu Nu'man :

"Ibnu Nu'man ini adalah seorang tokoh Syiah dan pembela mereka. Ia punya kedudukan di kalangan penguasa-penguasa daerah karena mayoritas penduduk di daerah-daerah tersebut pada masa itu mulai condong kepada tasyayyu' (Syi'ah). Di antara muridnya adalah asy-Syarif ar-Radhi dan al-Murtadha."1

Beberapa sekte, seperti Isma'iliyah, Buwaihiyah, Qaramithah dan lain-lainnya memakai jubah Syiah ini untuk meraih tujuannya. Contoh kasusnya adalah yang terjadi di Afrika utara, salah seorang juru dakwah Syiah yang bernama Husain bin Ahmad bin Muhammad bin Zakariya ash-Shan'ani yang berjuluk Abu 'Abdillah asy-Syi'i masuk ke wilayah Afrika seorang diri tanpa harta dan tanpa satu pun orang yang mendampinginya. Ia terus melakukan kegiatan dakwah di sana hingga ia berhasil menguasainya.2

Abu 'Abdillah asy-Syii'i inilah yang berhasil meyakinkan kaum Muslimin untuk menerima 'Ubaidullah al-Qaddah sebagai imam dakwah sehingga mereka membaiatnya. Lalu 'Ubaidullah ini menggelari dirinya sebagai al-Mahdi dan mendirikan daulah 'Ubaidiyah yang kemudian lebih dipopulerkan dengan sebutan sebagai daulah Fathimiyyah. Padahal pada hakekatnya merupakan daulah yang beraliran bathiniyah.

Di antara kejahatan yang dilakukan oleh 'Ubaidullah ini, suatu kali kudanya masuk ke dalam masjid. Lalu rekan-rekannya ditanya tentang hal itu, mereka menjawab, "Sesungguhnya kencing dan kotoran kuda itu suci, karena ia adalah kuda al-Mahdi (yakni 'Ubaidullah). Pengurus masjid mengingkari hal itu. Maka mereka pun membawanya ke hadapan 'Ubaidullah al-Mahdi, dan akhirnya ia menghabisi pengurus masjid tersebut. Ibnu 'Adzara رحمه الله berkata, "Sesungguhnya di akhir hayatnya 'Ubaidullah ini ditimpa sebuah penyakit yang mengerikan yaitu adanya cacing yang keluar dari duburnya dan kemudian memakan kemaluannya. Begitulah keadaannya hingga kematian merenggutnya."3

Abu Syamah رحمه الله        berkomentar tentang 'Ubaidullah ini dengan berkata, "Ia adalah seorang zindiq (kafir), khablts (sangat buruk), dan merupakan musuh Islam. Menunjukkan diri sebagai Syiah dan berupaya keras untuk menghilangkan agama Islam. Ia banyak membunuh Fuqaha', ahli hadits, orang-orang shalih dan banyak manusia lainnya. Anak keturunannya tumbuh dengan pola pikir seperti itu dan apabila ada kesempatan mereka akan menunjukkan taringnya, jika tidak maka mereka akan menyembunyikan diri."4

Adz-Dzahabi رحمه الله berkata, "Duhai kiranya kalau ia hanya seorang penganut Syiah saja, tetapi ternyata di samping itu ia juga seorang zindiq."5

  1. Al-Bidayah wan Nihayah (XII/17)
  2. Wafayatut A’yan, Ibnu Khalikan (11/192)
  3. Akhbar Muluk Bani Ubaid tulisan ash-Shanhaji hlm. 96
  4. Ar-Raudhataini fi Akhbari Daulatain hlm. 201
  5. Tarikh Islam , adz-Dzahabi

Cara Mengenali tukang sihir

Mengenali tukang sihir
  1. Meminta sesuatu yang berupa bekas atau apa yang pernah dipakai oleh pesakit seperti kain, baju, sapu tangan dan sebagainya
  2. Menyuruh pesakit membawa haiwan dengan sifat-sifat tertentu untuk disembelih tanpa menyebut nama Allah; Adakalanya melumurkan darahnya kebahagian tubuh yang sakit ataupun mencampakkan sembelihan ketempat yang sunyi.
  3. Memberi azimat-azimat tertentu
  4. Membaca jampi serampah ke atas azimat itu dan menggunakan bahasa yang tidak difahami
  5. Menggunakan kain yang berbentuk empat segi di dalamnya ada beberapa huruf atau nombor
  6. Menyuruh pesakit supaya tidak menyentuh air selama masa tertentu biasanya selama empat puluh hari. Tanda ini menunjukkan bahawa jin yang melayani tukang sihir tersebut beragama kristian
  7. Menyuruh pesakit supaya menghindari orang atau memencilkan diri selama masa tertentu di bilik yang tidak di masui sinar mentari
  8. Menyuruh pesakit untuk menanam sesuatu benda di dalam tanah
  9.  Memberi pesakit sesuatu untuk dibakar dan disuruh berasap denganya
  10. Dia membaca sesuatu yang tidak difahami
  11. Memberi tahu pesakit tentang namanya, negeri asalnya dan persoalan yang akan ditanyakan
  12. Menulis huruf-huruf pada potongan kertas atau  pada tembikar bewarna putih dan menyuruh pesakit melarutkannya di dalam air dan meminumnya.

Awas! Dosa Syirik Tidak Diampuni

Yang dianggap masalah besar saat ini adalah jika ada yang melakukan rasuah sehingga berbilion ringgit . Jika ada seseorang percaya pada ramalan bintang ; meyakini ampuhnya pelet dan jimat ; meyakini bahawa jika ingin do'a mudah dikabulkan , maka bertawasullah kepada wali atau pak kyai yang telah , nanti mereka yang menyampaikan do'a pada Allah ; hal - hal ini dianggap sebagai perkara biasa dibanding yang penulis ungkapkan di awal . Tidak ada yang takuti , tidak ada yang merasa bimbang . Bahkan banyak yang tidak tahu kalau hal - hal tersebut termasuk syirik . Padahal di sisi Allah , jika dosa syirik tidak ditaubati sebelum mati , maka dosa tersebut tidak akan diampuni . Hal ini beda halnya dengan seseorang melakukan dosa di bawah syirik seperti rasuah , zina dan minum minuman keras .Allah Ta'ala berfirman ,إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء" Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik , dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari ( syirik ) itu , bagi siapa yang dikehendaki - Nya . " ( QS. An Nisa ' : 48 ) .Dosa Syirik yang Dibawa MatiIbnu Kathir dalam kitab tafsirnya berkata , " Allah Ta'ala tidak akan mengampuni dosa syirik yaitu ketika seorang hamba bertemu Allah dalam keadaan berbuat syirik . " ( Tafsir Al Qur'an Al ' Azhim , terbitan Dar Ibnul Jauzi , 3 : 129 ) .Maksud ayat ini kata Ibnul Jauzi iaitu Allah tidak akan mengampuni pelaku syirik ( musyrik ) yang ia mati dalam kesyirikan ( Lihat Zaadul Masiir , 2 : 103 ) . Ini bermakna jika sebelum meninggal dunia , ia sudah bertaubat dan menyesali kesyirikan yang ia perbuat , maka ia selamat .Yang dimaksudkan dengan " memaafkan " dalam ayat di atas bermakna , Allah akan menutupi dan memaafkan . Jika dikatakan bahawa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik bererti Allah tidak akan memaafkan dan menutupi orang yang berbuat syirik pada - Nya . Syirik yang dimaksudkan di sini adalah syirik dalam rububiyah , uluhiyah , dan asma ' wa shifat . Kerana mentauhidkan Allah adalah seutama - utamanya kewajiban . Sehingga jika ada yang berbuat syirik ( sebagai lawan dari tauhid ) , maka Allah tidak akan mengampuninya berbeza dengan perbuatan maksiat lain yang berada di bawah syirik atau selain syirik .Yang termasuk bentuk syirik :1 - Jika ada yang meyakini bahawa penguasa langit adalah Allah dan penguasa bumi adalah selain Allah , atau meyakini bahawa penguasa langit adalah berpersatuan antara Allah dan makhluk , atau meyakini bahawa Allah itu mempunyai penolong dalam penciptaan langit dan bumi , maka ia musyrik . Ini syirik dalam rububiyah .2 - Sujud kepada selain Allah , nadzar kepada selain Allah , menyembelih tumbal pada selain Allah , beribadah hanya untuk cari muka atau pujian ( riya ' ) , maka itu termasuk syirik . Riya ' termasuk syirik sebagaimana teks hadith . Ini syirik dalam uluhiyah .3 - Meyakini bahawa ada yang semisal Allah dalam nama dan sifat , atau mengatakan bahawa menetapnya Allah di atas ' Arsy seperti menetapnya makhluk di atas katil , atau mengatakan bahawa turunnya Allah ke langit dunia seperti turunnya makhluk , maka ini pun syirik . Demikian keterangan dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al ' Utsaimin rahimahullah dalam Tafsir Surat An Nisa ' , 1 : 387 yang penulis sarikan .Dosa Di Bawah SyirikPada firman Allah ,ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء" Dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari ( syirik ) itu , bagi siapa yang dikehendaki - Nya " . Ayat ini boleh bermakna bahawa Allah mengampuni dosa selain syirik atau di bawah syirik .Kalau seandainya ayat tersebut ditafsirkan dengan " selain syirik " , maka kufur juhud ( kerana penentangan ) , misalnya kerana menentang wajibnya shalat tidak termasuk syirik , maka diampunkan . Padahal dosa kufur juhud tersebut sejajar syirik . Atau kufur juhud lain seperti meyakini bahawa Allah tidak mengutus Rasul Muhammad shallallahu ' alaihi wa sallam . Jika ditafsirikan ' selain syirik ' bermakna juga diampuni . Padahal pemahaman ayat tidaklah demikian . Sehingga lebih tepat , kita artikan dengan " di bawah syirik " , makna lengkapnya : " Dan Allah mengampuni segala dosa di bawah syirik , bagi siapa yang dikehendaki - Nya " . Ini bermakna dosa - dosa yang sejajar syirik seperti kufur juhud sama - sama tidak diampunkan jika dibawa mati . Sedangkan dosa di bawah syirik seperti zina , minum khomr , maka masih di bawah masyi'ah yaitu kehendak Allah . Jika Allah menghendaki , maka akan dimaafkan . Jika Allah menghendaki , maka akan disiksa . Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ' Utsaimin dalam Tafsir Surat An Nisa ' , 1 : 388-389 .Takutlah pada SyirikSyaikh ' Abdurrahman bin Qosim rahimahullah berkata , " Jika seseorang mati dalam keadaan berbuat syirik tidak akan diampuni , maka tentu saja ini menunjukkan bahawa kita mesti sangat bimbang terhadap syirik kerana begitu besarnya dosa tersebut di sisi Allah . ( Hasyiyah Kitab Tauhid , hal . 48 ) .Syaikh ' Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah berkata , " Syirik adalah dosa yang amat besar kerana Allah sampai mengatakan bahawa Dia tidak akan mengampuninya bagi siapa yang tidak bertaubat dari dosa syirik tersebut . Sedangkan dosa di bawah syirik , maka itu masih di bawah kehendak Allah . Jika Allah kehendaki ketika ia berjumpa dengan Allah , maka boleh diampunkan . Jika tidak , maka ia akan disiksa . Jika demikian seharusnya seseorang begitu takut terhadap syirik kerana besarnya dosa tersebut di sisi Allah . " ( Fathul Majid , hal . 85 ) .Ayat yang kita kaji mengandungi ajaran penting , iaitu agar kita waspada terhadap kesyirikan . Namun anehnya saat ini , banyak yang tidak tahu suatu perbuatan itu syirik . Sampai disangka jimat itu sebagai penolong , Pak Kyai - lah yang memberi berkat , do'a lebih baik dengan tawassul melalui wali yang telah mati , sedekah laut itu hanyalah tradisi untuk menghilangkan musibah , semua ini malah disangka sebagai perkara biasa dan bukanlah dosa . Ini anehnya , syirik bukan sesuatu yang ditakuti dan dikhuatiri lagi . Bahkan dosa rasuah dianggap sebagai perkara yang lebih besar bahayanya berbanding dengan pelbagai macam klenik , jimat , dan bentuk syirik lain . Na'udzubillah min dzalik .Padahal syirik begitu berbahaya sebagaimana disebutkan dalam ayat - ayat lain ,ولو أشركوا لحبط عنهم ما كانوا يعملون" Seandainya mereka mempersekutukan Allah , nescaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan . " ( QS. Al An'am : 88 ) .ولقد أوحي إليك وإلى الذين من قبلك لئن أشركت ليحبطن عملك ولتكونن من الخاسرين" Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada ( nabi - nabi ) yang sebelummu . " Jika kamu mempersekutukan ( Allah ) , nescaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang - orang yang rugi . " ( QS. Az Zumar : 65 ) .Dalam hadits dari Jabir , Nabi shallallahu ' alaihi wa sallam bersabda ,من مات لا يشرك بالله شيئا دخل الجنة ومن مات يشرك بالله شيئا دخل النار" Sesiapa yang mati dalama keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun , maka ia akan masuk syurga . Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah , maka ia akan masuk neraka " ( HR. Muslim no . 93 ) .

Bahaya Sifat Menyombong Diri


Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: 
Tidak akan masuk syurga seseorang yang ada di dalam hatinya perasaan sombong walaupun sebesar zarah. Seseorang lelaki berkata, Sesungguhnya seseorang itu suka pakaian dan kasutnya cantik. 

Baginda s.a.w. bersabda Lagi..
Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan Allah suka kepada keindahan. 
Riwayat Muslim 

Huraian Hadith:
  • Sifat sombong dan takbur adalah ditegah oleh Islam. Oleh itu umat Islam hendaklah menjauhinya demi menjaga kesejahteraan hidup. 
  • Kita harus melakukan apa sahaja yang disukai demi keselesahan dirinya sendiri mahupun keluarga tetapi janganlah sampai melanggar batas syariat dan janganlah berniat untuk menunjuk-nunjuk atau bermegah-megah kepada orang lain kerana ia akan menimbulkan perasaan dengki dan benci orang lain yang mengakibatkan permusuhan. 
  • Islam tidak melarang umatnya daripada mengutamakan keindahan dalam sesuatu perkara kerana keindahan itu adalah kesempurnaan yang boleh membangkitkan ketenangan.

Ancaman Berat Meninggalkan Solat Jumaat


Dari Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah r.a keduanya menceritakan bahawa mereka mendengar daripada Rasulullah s.a.w, ketika baginda sedang berkhutbah di atas mimbar, sabdanya:Hendaklah orang-orang yang suka meninggalkan Jumaat menghentikan perbuatan mereka itu, atau adakah mereka mahu Allah membutakan hati mereka dan sesudah itu mereka betul-betul menjadi orang yang lalai? 

Huraian Hadith: 

Meninggalkan solat Jumaat merupakan perbuatan yang ditegah kerana solat jumaat hukumnya adalah fardhu ain ke atas setiap individu muslim. Orang yang meringan-ringankan hukum Allah ini akan mengundang kemurkaan-Nya dan mereka bakal menerima balasan yang setimpal dengan dosa yang dilakukan. Bahkan orang yang enggan mentaati suruhan Allah pintu hatinya lama-kelamaan akan tertutup daripada mendapat hidayah menjadikan mereka semakin sesat dan tanpa segan terus melakukan dosa-dosa yang lain. Sesungguhnya orang yang dibenarkan meninggalkan solat Jumaat hanyalah mereka yang menghadapi kesukaran yang mencapai darjah keuzuran syar'i sepertimana yang berlaku kepada orang sakit dan orang musafir. Oleh itu sekiranya seseorang itu tiada sebarang alasan yang munasabah di sisi syarak untuk meninggalkan solat Jumaat, maka hendaklah mereka mengerjakannya kerana solat Jumaat selain dariapada suatu kewajiban dalam beribadat kepada Allah S.W.T ia juga merupakan suatu syiar Islam yang wajib dipelihara demi menjaga kesucian agama.

Kelakuan Sesat Syi’ah di Hari ‘Asyura


Di antara kelakuan sesat Rafidhah (baca: Syi’ah) adalah memukul dada, menampar pipi, memukul bahu, mengiris-ngiris kepala mereka dengan pedang sampai menumpahkan darah. Semua ini dilakukan pada hari ‘Asyura, 10 Muharram. 

Hal ini dilatarbelakangi karena kecintaan mereka pada Husain bin ‘Ali bin Abi Tholib. Mereka sedih atas kematian Husain, cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mati terbunuh.

Kenapa Kelakuan Mereka Dikatakan Sesat?

Karena setiap perkara baru dalam ibadah dan ajaran yang tidak pernah dicontohkan dalam Islam, tentu saja sesat. Hal-hal semacam di atas jelas suatu kemungkaran dan telah dilarang oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Karena dalam Islam tidak boleh melakukan semacam itu baik karena kematian seorang yang dianggap mulia atau kematian seorang yang syahid di jalan Allah. 

Kita tahu bahwa di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak di antara para sahabat yang mendapati syahid seperti Hamzah bin Abdul Muthollib (paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Tholib, ‘Abdullah bin Rowahah. Namun tidak pernah di masa beliau melakukan seperti yang dilakukan oleh Rafidhah.

Law kaana khoiron, la-sabaqunaa ilaih, seandainya perkara tersebut baik, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih dahulu melakukannya.

Coba lihat pula bagaimana ketika Nabi Ya’qub ‘alaihis salam tertimpa musibah dengan hilangnya Yusuf ‘alaihis salam, apakah beliau sampai memukul-mukul dada? Apakah Nabi Ya’qub sampai menampar wajahnya sendiri? Apakah sampai ingin menumpahkan darahnya sendiri dengan mengores-ngoresbadan? Apakah sampai dijadikan ‘ied (perayaan) atau hari berduka seperti yang dilakukan Rafidhah? 

Amalan yang dilakukan Rafidhah tidak lain hanyalah warisan dari Jahiliyah, masa suram sebelum Islam. Islam dengan sangat jelas telah melarangnya.

Hadits yang Membicarakan Tentang Berduka yang TerlarangDari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّة

"Tidak termasuk golongan kami siapa saja yang menampar pipi (wajah), merobek saku, dan melakukan amalan Jahiliyah.” (HR. Bukhari no. 1294 dan Muslim no. 103).

Namun lihatlah bagaimana yang dilakukan oleh Rafidhah di hari ‘Asyura. Yang mereka lakukan jelas bukan ajaran Islam. 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu pula para sahabat radhiyallahu ‘anhum tidak pernah melakukannya. Mereka tidak pernah melakukannya ketika ada yang meninggal dunia. Padahal wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih daripada kematian Husain radhiyallahu ‘anhu.

Sedih Atas Kematian Husain …
Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

“Setiap muslim seharusnya bersedih atas terbunuhnya Husain radhiyallahu ‘anhu karena ia adalah sayyid-nya (penghulunya) kaum muslimin, ulamanya para sahabat dan anak dari putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu Fathimah yang merupakan puteri terbaik beliau. 

Husain adalah seorang ahli ibadah, pemberani dan orang yang murah hati. Akan tetapi kesedihan yang ada janganlah dipertontokan seperti yang dilakukan oleh Syi’ah dengan tidak sabar dan bersedih yang semata-mata dibuat-buat dan dengan tujuan riya’ (cari pujian, tidak ikhlas). Padahal ‘Ali bin Abi Tholib lebih utama dari Husain. ‘Ali pun mati terbunuh, namun ia tidak diperlakukan dengan dibuatkan ma’tam (hari duka) sebagaimana hari kematian Husain. ‘Ali terbunuh pada hari Jum’at ketika akan pergi shalat Shubuh pada hari ke-17 Ramadhan tahun 40 H.

Begitu pula ‘Utsman, ia lebih utama daripada ‘Ali bin Abi Tholib menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah. ‘Utsman terbunuh ketika ia dikepung di rumahnya pada hari tasyriq dari bulan Dzulhijjah pada tahun 36 H. Walaupun demikian, kematian ‘Utsman tidak dijadikan ma’tam (hari duka). 

Begitu pula ‘Umar bin Al Khottob, ia lebih utama daripada ‘Utsman dan ‘Ali. Ia mati terbunuh ketika ia sedang shalat Shubuh di mihrab ketika sedang membaca Al Qur’an. Namun, tidak ada yang mengenang hari kematian beliau dengan ma’tam (hari duka). Begitu pula Abu Bakar Ash Shiddiq, ia lebih utama daripada ‘Umar. Kematiannya tidaklah dijadikan ma’tam (hari duka).

Lebih daripada itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau adalah sayyid (penghulu) cucu Adam di dunia dan akhirat. Allah telah mencabut nyawa beliau sebagaimana para nabi sebelumnya juga mati. Namun tidak ada pun yang menjadikan hari kematian beliau sebagai ma’tam (hari kesedihan). Kematian beliau tidaklah pernah dirayakan sebagaimana yang dirayakan pada kematin Husain seperti yang dilakukan oleh Rafidhah (baca: Syi’ah) yang jahil. 

Yang terbaik diucapkan ketika terjadi musibah semacam ini adalah sebagaimana diriwayatkan dari ‘Ali bin Al Husain, dari kakeknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda, 

ما من مسلم يصاب بمصيبة فيتذكرها وإن تقادم عهدها فيحدث لها استرجاعا إلا أعطاه الله من الأجر مثل يوم أصيب بها

“Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah, lalu ia mengenangnya dan mengucapkan kalimat istirja’ (innalillahi wa inna ilaihi rooji’un) melainkan Allah akan memberinya pahala semisal hari ia tertimpa musibah” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah. Demikian nukilan dari Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah, 8: 221.


Demikian kesesatan Syi’ah pada hari ‘Asyura. Kematian seseorang tidaklah dengan perayaan sesat seperti yang dilakukan oleh orang Syi’ah. Moga kita terlindung dari kesesatan semacam itu.Wallahul muwaffiq.

Referensi: Fatwa Syaikh Sholih Al Munajjid dalam Al Islam Sual Jawab no. 74449.Diselesaikan di Maktab Jaliyat Bathaa’, Riyadh-KSA, 9 Muharram 1434 H