Showing posts with label Ar KELEBIHAN. Show all posts
Showing posts with label Ar KELEBIHAN. Show all posts

7 Tips Menuju Kebahagiaan Rumah Tangga

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [QS. Ar-Rum ayat 21]

Hadis Nabi saw :

فال رسول الله صلى عليه وسلم : النكاح سنتى فمن رغب عن سنتي فليس منى

Pernikahan adalah perbuatan yang selalu diinginkan dan didambakan oleh setiap manusia yang hidup. Pernikahan itu adalah sunnah Nabi [النكاح سنتى], maka barang siapa yang tidak melaksanakan nikah, kata Nabi saw bukan golongannya [فمن رغب عن سنتئ فليس منى]. Pernikahan harus didasarkan pada agama, ibadah, dan menjalankan sunnah Nabi saw, dan bukan didasarkan pada nafsu belaka atau didasarkan tujuan lain yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Pernikahan harus atas dasar suka sama suka, saling cinta, bukan dasar paksaan, dan bersandar pada ibadah kepada Allah. Sebab, dalam menjalani kehidupan bahtera rumah tangga, bagaikan orang mengarungi samudra luas dan penuh dengan gelombang, pada siang, malam, panas dan hujan bahkan badai dan genlombang harus dilalui. Mungkin saja, cuaca tidak bersahabat yang tidak pernah kita prediksi yang dapat saja datang secara tiba-tiba.Kita harus selalu siap untuk menghadapi dan selalu mengantisipasi setiap perubahan. Maka, apabila seseorang dalan menjalankan rumah tangga tidak memiliki dasar, pedoman, mesti akan terombang-ambing dalam perjalanan rumah tangganya.

Dalam berumah tangga, kita akan melalui perjalanan panjang dan sangat melelahkan dengan tujuan untuk mecapai “pantai kebahagiaan” yang sakinah dan diridhoi Allah..
Untuk mencapai “pantai kebahagian” tersebut, tentu saja kita harus:
[1] mempersiapkan diri dan mental, baik suami maupun istri,
[2] mempersiapkan berbagai keperluan dan bekal agar perjalanan kita terasa aman, nyaman, dan lancer, sebab apabila datang badai dan gelombang, kita akan siap menghadapinya dengan sikap tenang, tidak grogi, tidak takut dan tidak gentar sekalipun dahsatnya badai dan gelombang tersebut, sebab kita memiliki dasar [agama] dan pedoman [al-Qur’an dan Hadis].

Untuk mengarungi perjalanan [rumah tangga] itu dengan baik dan lancar, kita perlu mempersiapkan :
Pertama, kapal [rumah tangga] yang kokoh agar tidak macet dalam perjalanan.
Kedua, mesin yang betul-betul baik.
Ketiga, bahan bakar yang cukup dan memadai.
Keempat, membawa peta dan kompas sebagai pedoman perjalanan agar tidak sesat dalam perjalanan. Kelima, membawa peralatan yang memadai untuk mengantipasi macet.
Keenam, nahkoda yang pandai, lihai, dan memiliki strategi untuk mengemudi kapal.
Ketujuh, membawa bekal yang cukup dalam perjalanan.


Pertama :
Rumah Tangga [الاسرة ], bagaikan kapal [bahtera] yang kokoh. Rumah tangga, harus dibangun atas dasar taqwa, cinta, suka sama suka dan didukung dengan kedua belah pihak keluarga yang merestui serta mengharapkan ridho Ilahi. Selain itu, harus mempunyai niat dan kebulatan tekad untuk berumah tangga atas dasar lillahita’ala, dengan ibadah [salat] – Insya Allah, rumah tangga akan kokoh. Berumah tangga itu sendiri juga sebagai perilaku ibadah kepada Allah dan menjalankan sunnah Nabi saw [النكاح سنتى ].


Kedua :
Hati [ القلب], sebagai mesin yang bagus. Artinya, suami istri harus punya tujuan yang sama. Berumah tangga bukan untuk hanya sekedar melepas nafsu birahi, melainkan harus memiliki tujuan untuk mencetak generasi-generasi bangsa yang baik, kuat dan tanggung serta bertaqwa kepada Allah swt. Tanpa punya perasaan sehati, mungkin saja tujuan tidak akan tercapai. Maka dengan dasar ini, suami istri harus tahun kepribadian masing-masing dan inilah yang dinamakan ta’aruf [تعارف ].


Ketiga :
Akhlak [الاخلاق], sebaga bahan bakar. Dalam berumah tangga, apabila hanya berbekal atau memiliki cinta dan perasaan saja, tanpa dibekali dan atau dibarengi dengan akhlak mulia, jangan berandai-andai untuk dapat menguasai medan perjuangan yang berat itu. Akhlak adalah pondasi utama dalam beragama, kata Abul Atahiyah : ليست الدنيا الا بدين وليس الدين الابمكارم الاخلاق , artinya ”tidaklah dikatakan dunia kecuali dengan agama dan tidaklah dikatakan agama kecuali dengan akhlak mulia”. Maka, kita harus membangun rumah tangga dengan akhlak yang muliah. Akhlak sebagi pondasi utama untuk membangun rumah tangga. Prinsip akhlak disini adalah saling menghargai, menghormati, menyayangi, penuh dengan senyum. Sifat ini dinamakan tabassum [التبسم] dan sifat ini sangat dianjurkan Rasulullah saw.


Keempat :

القران الكريم والحديث sebagai peta dan kompas. Sebagai pedoman agar tidak tersesat dalam perjalanan dan ketika menemukan kesulitan, keresahaan, bacalah al-Qur’an dan kemudian kembalikan atau pasrah kepada Allah. Suami dan istri harus saling mengingatkan dan ta’awun atau kerjasama dalam menghadapi kesulitan hidup. Semua persoalan harus diselesaikan berdua dan selalu pasrah kepada Allah. Kata Baihaki, ان ذ كرالله شفاء , ingat pada Allah sebagai obat, dan وان ذكرالناس داء ingat pada manusia penyakit. [البيهقي ].



Kelima :
Nasehat [النصيحة], sebagai peralatan yang dibawa dalam perjlanan. Agama adalah nasehat [الدين النصيحة], maka kembali kepada ajaran agama Islam dalam menghadapi setiap persoalan, sehingga mudah terselesaikan. Maka dalam kehidupan rumah tangga, sepenuh apapun perasaan cinta suami pada istri atau sebaliknya, kesalah fahaman dan perselisihan [baik kecil maupun besar] mesti ada. Suami dan istri harus saling mengingatkan, saling menasihati dengan sabar antara keduanya untuk mencapai kebaikan وتواصو بالحق وتواصو بالصبر ( dan bernasehatlah dalam kebaikan dan kesabaran ) atau mungkin kita butuh nasehat-nasehat orang tua, ustadz, tokoh masyarakat, atau orang yang lebih berpengalaman, sebagai obat pencerahan untuk mencapai tujuan hidup yang mungkin salah dilakukan oleh kita. Maka, setelah mendapatkan nasehat-nasehat akan tumbuh saling percaya, saling memaafkan, dan menghargai kesalah fahaman itu. Sikap ini dinamakan takarrum [التكارم] atau saling menghargai.


Keenam :
Suami [الزوج ], sebagai nahkoda yang lihai. Suami harus pandai memainkan peranan, dapat menjadi panutan, cerdas melihat situasi, agar penumpang atau orang yang bersamanya merasa aman, tenang dan nyaman. Seorang suami harus memiliki ikhtiar dalam menjalankan perannya, sehingga seburuk apapun situasi dan kondisi yang dihadapinya, harus tenang, sabar, dan berserah diri pada Allah [يبتغون فضلا من الله ورضوانا ], “mereka mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya”. Maka perumpamaan seorang suami, seperti seorang nahkoda yang menghadapi cuaca yang buruk. Dia harus tetap tenang untuk mencapai tujuan, maka secara perlahan-lahan tapi pasti dia akan lalui badai tersebut dan seluruh penumpang pasti akan menghormati dan menghargainya. Penghargaan itu akan datang dengan sendirinya, mungkin saja berupa ucapan terima kasih, mungkin ciuman, pelukan, bahkan dengan kepasrahan diri penumpang dan penumpang tersebut tiada lain adalah istri. Sikap ini dinamakan tala’ub [التلاعب ].


Ketujuh :
Kepasrahan [التسليم], sebagai bekal yang cukup. Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, kita harus banyak berusaha [bekerja] dan berdo’a (وابتغ فيما اتاك الله الدار الأخرة ولا تنس نصيبك من الدونيا وأحسن كما احسن الله إليك) " . “ carilah anugrah Allah untuk kehidupan akhirat, tetapi jangan lupa nasib(bagian)mu untuk kehidupan dunia dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik padamu”. Karena usaha atau bekerja tanpa do’a akan sia-sia, dan begitu juga sebaliknya do’a tanpa usaha atau bekerja adalah mimpi atau angan-angan belaka. Suami harus berusaha mencari nafkah untuk menghidupi istrinya. Suami dan istri harus dapat bekerja sama untuk melindungi perjalanan yang panjang, seorang suami tahu kebutuhan istri dan begitu sebaliknya istri tahu kebutuhan suami. Dengan demikian, akan terbangun sikap saling menghargai dan toleransi dalam berumah tangga. Sifat ini dinamakan tasamuh [التسامح].



Ketujuh mutiara ini, dinamakan “Resep agar tetap bahagia”, bertujuan yang jelas, pasti, dan sampai dengan selamat di atas Ridho Ilahi Robbi, dengan mengucapkan :

بارك الله لكماوبارك عليكماوجمع بينكما فى خير

Semoga Allah memberkahi pernikahan ananda berdua”, amien yaa robbal ‘alamiieen.


Semoga kita bisa mengambil hikmah dari catatan ini

Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda note ini bermanfaat

Pelihara Solat Cara Memperkukuh Ummah

Peristiwa Israk Mikraj yang berlaku pada malam 27 Rejab amat berkait rapat dengan solat fardu lima waktu yang dikerjakan mukmin. Fardu solat diterima Nabi SAW secara langsung daripada Allah SWT, sekali gus membuktikan pentingnya solat dalam kehidupan seorang mukmin.

Ibadah solat anugerah terbesar dihadiahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya untuk dilaksanakan sepanjang hayat di dunia ini. Hadiah inilah juga sebab mengapa Allah SWT menjadikan solat sebagai keutamaan dalam menghisab amal umat Islam pada hari akhirat kelak.

Sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya amal yang mula-mula sekali dihisab pada hari akhirat ialah solat seseorang. Jika solatnya diterima, maka sesungguhnya beruntung dan berjayalah ia. Jika solatnya tidak diterima, maka kecewa dan rugilah ia. Jika terdapat kekurangan dalam solat fardunya, Allah berfirman (kepada Malaikat): Periksalah, adakah hamba-Ku itu mempunyai solat sunat untuk dicukupkan dengannya apa yang terkurang dari solat fardunya?” (Hadis hasan riwayat al-Tirmizi)
Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Dan dirikanlah solat. Sesungguhnya solat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” (Surah al-Ankabut, ayat 45)

Pahala bersamaan 50 waktu

Sungguh berbahagia dan beruntung seorang mukmin yang mendirikan solat seperti diperintahkan Allah SWT, kerana walaupun solat fardu yang pada asalnya 50 waktu hanya tinggal lima fardu saja, namun tetap mendapat ganjaran pahala 50 fardu.

Anas bin Malik berkata, “Diwajibkan solat ke atas Rasulullah SAW pada malam Israk dengan 50 waktu, kemudian ia dikurangkan sehingga menjadi lima waktu. Setelah itu Rasulullah SAW diseru: Wahai Muhammad, sesungguhnya percakapan di sisi-Ku tidak berubah. Sesungguhnya bagimu lima waktu ini sama pahalanya dengan 50 waktu.” (Riwayat al-Nasa’ie dan Ahmad)

Apabila seorang mukmin sentiasa mengingat Allah SWT melalui solat yang dilaksanakan dengan baik dan ikhlas, maka pengaruh solat itu akan membekas di jiwanya. Ia akan merasa dirinya sentiasa dalam pengawasan Allah SWT di mana saja, begitu juga sewaktu ia solat.
Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Dan dirikanlah solat. Sesungguhnya solat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” (Surah al-Ankabut, ayat 45)

Pelbagai masalah sosial dan keruntuhan akhlak yang berlaku dalam kalangan masyarakat Islam hari ini berpunca daripada pengabaian solat, selain tidak menjaga kualiti solat sehingga menghilangkan roh solat itu sendiri menyebabkan umat Islam masih tetap terjerumus ke lembah maksiat.

Imam Hasan al-Basri berkata, “Rasakanlah kemanisan dalam tiga perkara (iaitu) ketika melakukan solat, membaca al-Quran dan berzikir. Jika engkau merasakan kemanisan dalam ibadah itu, maka bergembiralah kerana hatimu masih hidup dan sihat. Namun, jika engkau tidak merasakan kemanisan dalam ibadah itu, maka ketahuilah bahawa pintu hatimu telah tertutup.”

Isi Khutbah Rasulullah Bahasa Melayu


Khutbah ini disampaikan pada 9hb Zulhijjah, tahun 10 Hijriah di Lembah Uranah, Gunung Arafah :

“Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu dengarlah dengan telti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.

Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan Kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci.Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak.Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kami lagi. Ingatlah bahawa sesungguhnya, kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan diatas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikuti dalam perkara-perkara kecil.

Wahai Manusia Sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu mereka juga mempunyai hak di atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka keatas kamu, maka mereka, juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam Susana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai kedalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai Manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikanlah sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikankanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah Ibadah Haji sekiranya kamu mampu. Ketahui bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal saleh.

Ingatlah, bahawa, kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggung jawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu Awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaaku.

Wahai Manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan ada lain agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, necaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah ALQURAN dan SUNNAHKU.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalahMu kepada hamba-hambaMU.

6 Kelemahan Jin Yang Anda Perlu Tahu

Walaupun jin dan syaitan mempunyai kemampuan-kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia, akan tetapi al-Quran dengan tegas mengatakan bahawa hakikatnya syaitan dan tipu dayanya itu adalah lemah. Berikut adalah beberapa contoh kelemahan jin, di antaranya:

1. Tidak boleh mengalahkan orang-orang soleh.
Bukti bahawa syaitan atau jin tidak akan dapat mengalahkan orang soleh adalah perkataan syaitan sendiri ketika berdialog dengan Allah dalam surah al-Hijr ayat 39 -
“Iblis berkata:” Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahawa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka “. (Surah Al-Hijr 15: 39-40).

Dari ayat ini dapat difahami bahawa yang menyebabkan syaitan itu dapat menguasai seseorang adalah kerana perbuatan dosanya. Ketika seseorang itu dekat dengan Allah, maka syaitan akan lari dan tidak akan berani mendekatinya apatah lagi menguasainya.

2. Syaitan takut dan lari oleh sebahagian hamba Allah
Apabila seseorang betul-betul memegang ajaran agamanya dengan betul serta mengukuhkan keimanannya dengan teguh, maka syaitan akan takut dan lari. Hal ini terdapat pada diri Umar bin Khatab. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Turmu-dzi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Umar: “Sesungguhnya syaitan sangat takut olehmu, wahai Umar” (HR. Turmudzi).
Bukan hanya kepada Umar, akan tetapi syaitan (jin kafir) juga akan takut oleh orang-orang beriman yang betul-betul dengan keimanannya. Dalam al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir pernah mengutip sebuah hadis berikut ini:
“Sesungguhnya orang mukminakan dapat mengawal (mengalahkan) syaithannya sebagaimana salah seorang dari kalian yang dapat mengawal untanya ketika perjalanan” (HR. Ahmad).
Bahkan, apabila seseorang betul-betul, dan soleh, dia boleh membawa qarinnya (penyertanya, kerana setiap manusia itu pasti disertai oleh syaitan (jin kafir) di sebelah kirinya dan malaikat di sebelah kanan atau sering disebut dengan qarin) masuk Islam. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim ini juga:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:” Tidak ada seorang pun kecuali ia disertai oleh seorang qarin (penyerta) dari jin dan seorang qarin (penyerta) dari malaikat “. Para sahabat bertanya: “Apakah termasuk anda juga wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Ya termasuk saya, hanya saja Allah menolong saya sehingga jin itu masuk Islam. Ia (jin tadi) tidak pernah menyuruh saya kecuali untuk kebaikan “(HR. Muslim).

3. Jin takluk dan taat kepada Nabi Sulaiman.
Di antara mukjizat Nabi Sulaiman adalah dapat menaklukan jin dan syaitan sehingga semuanya boleh bekerja atas perintahnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam ayat al-Qur’an berikut ini dalam surat Shad ayat 36-38:
“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu” (QS. Shad ayat 36-38 ).
Mukjijat ini diberikan kepada Nabi Sulaiman sebagai pengabulan atas doanya yang mengatakan:
“Dan berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak diberikan kepada seseorang setalahku” (QS Shad 38:35).
Doa Nabi Sulaiman inilah yang menyebabkan Rasulullah tidak jadi untuk mengikat jin yang datang dengan melemparkan anak panah ke muka beliau. Dalam sebuah hadis Muslim dikatakan:
“Dari Abu Darda berkata:” Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun, tiba-tiba kami mendengar Rasulullah mengatakan: “Aku berlindung kepada Allah darimu”, kemudian Rasulullah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam juga berkata: “Allah telah melaknatmu” sebanyak tiga kali. Rasulullah lalu menghamparkan tangannya seolah-olah beliau sedang menerima sesuatu. Ketika Rasulullah selesai solat, kami bertanya: “Wahai Rasulullah, kami mendengar anda mengatakan sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelum ini.
Kami juga melihat anda membukakan kedua tangan anda “. Rasulullah menjawab: “Baru Iblis, musuh Allah datang membawa anak panah api untuk dipasang di muka saya, lalu aku berkata:” Aku berlindung kepada Allah darimu “sebanyak tiga kali, kemudian saya juga berkata:” Allah telah melaknatmu dengan laknat yang sempurna “sebanyak tiga kali. Kemudian saya bermaksud untuk mengambilnya. Seandainya saya tidak ingat doa saudara kami, Sulaiman, tentu saya akan mengikatnya sehingga menjadi mainan anak-anak penduduk Madinah “(HR. Muslim)

4. Jin atau syaitan tidak dapat menyerupai Rasulullah
Syaitan dan jin tidak dapat menyerupai bentuk dan muka Rasulullah saw. Oleh kerana itu, apabila seseorang bermimi melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka ia sungguh telah melihatnya. Dalam hadis sahih dikatakan:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:” Sesiapa yang bermimpi melihatku, maka dia sungguh telah melihatku, kerana syaitan tidak dapat menyerupaiku “(HR. Muslim).

5. Jin dan syaitan tidak boleh melewati batas-batas tertentu di langit
Sekalipun jin dan syaitan mempunyai kelebihan dapat bergerak dengan cepat, akan tetapi mereka tidak akan dapat melepasi batas-batas yang telah ditetapkan yang tidak dapat dilalui selain oleh para malaikat. Kerana apabila mereka berani melaluinya, maka mereka akan binasa dan hancur. Kerana itu pula, jin tidak dapat mengetahui dan mencuri maklumat dari langit sehingga apa yang dibisikkannya ke tukang-tukang ramal dan dukun adalah kebohongan semata. Untuk lebih jelasnya akan hal ini, dapat dilihat dalam surah al-Rahman ayat 33-35).

6. Jin tidak dapat membuka pintu yang sudah ditutup dengan menyebut nama Allah
Dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:” Tutuplah pintu-pintu, dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya), kerana syaitan tidak akan membuka pintu yang sudah dikunci dengan menyebut nama Allah. Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air minum yang diperbuat dari kuit binatang) dan bekas-bekas kamu (untuk masa sekarang seperti almari, bupet, peti sejuk dan lain) sambil menyebut nama Allah, meskipun kamu hanya menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu-lampu kalian “(HR. Muslim). link

Allah Anugerah 15 Perkara Pada Wanita




1. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah s.a.w. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis tersebut. lalu Baginda bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan mayat?” Jawab mereka,”Tidak” Sabda Baginda “Seeloknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami nescaya pahalanya sama dengan ibadat kaum orang lelaki.


2. Wanita yang memerah susu binatang dengan ‘Bismillah’ akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.


3. Wanita yang menguli tepung gandum dengan ‘Bismillah’, Allah akan berkatkan rezekinya.

4. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti menyapu lantai di Baitullah ( Kaabah).

5. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan membinakan 7 parit di antara dirinya dengan api neraka, jarak di antara parit itu ialah sejauh langit dan bumi.”

6. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utas benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat.”

7. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas tahta di hari akhirat.”

8. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan mencatit baginya ganjaran sama seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang tidak berpakaian.”

9. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya, menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya.”

10. Sabda Nabi s.a.w. : ” Ya Fatimah setiap wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong misai dan mengerat kukunya, Allah akan memberi minum kepadanya dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman daripada taman-taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shiratul Mustaqim.”

11. Jika suami mengajarkan atau menerangkan kepada isterinya satu masalah agama atau dunia  dia akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

12. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga dan menunggu kedatangan suaminya dengan menunggang kuda yang diperbuat daripada permata yakut.

13. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita (isteri) yang solehah.

14. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya, cepat pula kehamilannya dan ringan pula maharnya (mas kahwin).

15. Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang apabila engkau memandang kepadanya ia menggembirakan kamu, jika engkau memerintahnya  ia  mentaati perintah tersebut  dan jika engkau bermusafir dia menjaga harta engkau dan dirinya. Maksud hadis: Dunia yang paling aku sukai ialah wanita solehah.

10 Janji Allah Kepada Mereka Yang Ingin Berkahwin


Apabila seorang muslim baik lelaki atau wanita akan berkahwin, biasanya akan timbul pelbagai perasaan akan timbul. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya si pendamping. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.


Inilah khabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan berkahwin. Bergembiralah wahai saudaraku…


1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk lelaki yang keji, dan lelaki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai dengan ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah lelaki yang soleh, jadilah wanita yang solehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.


2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurniaNya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)


Sebahagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang untuk berkahwin. Salah satu sebabnya adalah kerana belum mempunyai pekerjaan. Dan yang telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebahagian mereka tetap ragu nilai gajinya. Dalam fikiran mereka, “apakah gaji ini cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.


Ayat tersebut merupakan jawapan buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jinjang pernikahan kerana alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi keperluan keluarga.


Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, apabila tanggungjawab para pemuda bertambah – dengan kewajipan memberi nafkah kepada isteri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rezeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataannya di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak mempunyai apa-apa ketika berkahwin, kemudian Allah memberinya rezeki yang berlimpah dan mencukupkan keperluannya?


3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, iaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah kerana ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)


Bagi siapa sahaja yang berkahwin dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.


4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)


5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, nescaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ “. (Al Mu’min : 60)


Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah nescaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, taat, dan sebagainya.


Dalam berdoa, perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlas, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dan lain – lain.

Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia, dan pada waktu antara azan dan iqamah,


Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari sumber yang haram, dan berpakaian dari usaha yang haram serta melakukan apa yang diharamkan Allah,


Manfaat lain dari berdoa bererti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahawa Allah itu tempat meminta, mengakui bahawa Allah Maha Kaya, dan mengakui bahawa Allah Maha Mendengar.

Sebahagian orangapabila jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadis-hadis berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu dia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima solatnya selama empat puluh malam”. (Hadis sahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).


Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Sahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).

Telah bersabda Nabi SAW, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan guna-guna itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadis sahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).


6. “Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat“. (Al Baqarah : 153)

Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan solat. Agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.


7. “Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)


Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahawa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.


8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akanmenolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)


Agar Allah menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dan sebagainya. Dengan itu semoga Allah menolong kita.


9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)


10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)

Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

Kisah: Balasan Kerana Kesabaran { Menarik }


Anas bin Malik r.a. berkata, "Anak laki-laki Abu Thalhah dari Ummu Salamah meninggal dunia." Maka, istrinya berkata kepada keluarganya, 'Jangan kalian beritakan kepada Abu Thalhah tentang kematiannya, sampai aku sendiri yang mengabarkannya'!"

Anas bin Malik berkata, "Abu Thalhah datang dan dihidangkan kepadanya makan malam, maka ia pun makan dan minum, sang istri kemudian berdandan indah, bahkan lebih indah dari waktu-waktu yang sebelumnya. Setelah dia merasa bahwa Abu Thalhah telah kenyang dan puas dengan pelayanannya, sang istri bertanya, 'Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu tentang suatu kaum yang meminjamkan sesuatu kepada sebuah keluarga, lalu mereka mengambil barang yang dipinjamkannya, apakah mereka berhak menolaknya?' Ia berkata, 'Tidak (berhak)!' 'Jika demikian, maka mintalah pahalanya kepada Allah tentang putramu (yang telah diambilnya kembali)!' kata sang isteri. Suaminya menyergah, 'Engkau biarkan aku, sehingga aku tidak mengetahui apa-apa, lalu engkau beritakan tentang (kematian) anakku?' Setelah itu, ia berangkat mendatangi Rasulullah saw. lalu ia ceritakan apa yang telah terjadi."

"Maka, Rasulullah saw. bersabda, 'Semoga Allah memberkahi kalian berdua tadi malam.' Anas berkata, 'Lalu istrinya mengandung dan melahirkan seorang anak. Kemudian Abu Thalhah berkata kepadaku, 'Bawalah dia kepada Nabi saw.' Lalu aku bawakan untuknya beberapa buah kurma. Nabi saw. lalu mengambil anak itu seraya berkata, 'Apakah dia membawa sesuatu?' Mereka berkata, 'Ya, beberapa buah kurma,' Nabi saw. kemudian mengambilnya dan mengunyahnya, lalu diambilnya dari mulutnya, kemudian diletakkannya di mulut bayi itu dan beliau menggosok-gosokkannya pada langit-langit mulut bayi itu, dan beliau menamainya Abdullah." (HR Al-Bukhari).

Dalam riwayat Al-Bukhari, Sufyan bin Uyainah berkata, "Seorang laki-laki dari shahabat Ansar berkata, 'Aku melihat mereka memiliki sembilan anak. Semuanya telah hafal Alquran, yakni dari anak-anak Abdullah, yang dilahirkan dari persetubuhan malam itu, yaitu malam wafatnya anak yang pertama, yaitu Abu Umair yang Nabi saw. mencandainya seraya berkata, 'Hai Abu Umair, apa yang sedang dilakukan anak burung pipit'?''

Dalam riwayat lain, lihat Baradul Akbad hlm. 25 disebutkan, "Ia berkata, 'Maka istrinya pun hamil mengandung anaknya, lalu anak itu ia beri nama Abdullah, lalu Rasulullah saw. bersabda, 'Segala puji bagi Allah yang menjadikan dalam umatku orang yang memiliki kesabaran seperti kesabaran seorang wanita dari Bani Israil.' Kepada beliau ditanyakan, 'Bagaiman beritanya wahai Rasulullah?' Beliau bersabda, 'Dalam Bani Israil terdapat wanita bersuami yang memiliki dua anak. Suaminya memerintahkannya menyediakan makanan untuk orang-orang yang ia undang. Para undangan berkumpul di rumahnya. Ketika itu kedua anaknya keluar untuk bermain, tiba-tiba mereka terjatuh ke dalam sumur dekat rumahnya. Sang istri tidak hendak mengganggu suaminya bersama para tamunya, maka keduanya ia masukkan ke dalam rumah dan ditutupinya dengan pakaian. Ketika para undangan sudah pulang, sang suami masuk seraya bertanya, 'Di mana anak-anakku?' Istrinya menjawab, 'Di dalam rumah.' Ia lalu mengenakan minyak wangi dan menawarkan diri kepada suaminya, sehingga mereka melakukan jimak. Sang suami kembali bertanya, 'Di mana anak-anakku?' 'Di dalam rumah,' jawab istrinya. Lalu sang ayah memanggil kedua anaknya. 'Tiba-tiba mereka keluar memenuhi panggilan. Sang istri terperanjat, 'Subhanallah, Mahasuci Allah, demi Allah keduanya telah meninggal dunia, tetapi Allah menghidupkannya kembali sebagi balasan dari kesabaranku!"

Kedudukan Wanita Bernama Ibu



Ahmad Syauqi , seorang pujangga Arab , berkata melalui syair yang ditulisnya , '' Ibu adalah sekolah , apabila dia mempersiapkannya , dia menyiapkan masyarakat yang baik keturunannya . ''

Syair yang sangat singkat ini menunjukkan bahawa seorang ibu mempunyai kedudukan yang sangat mulia dan berpengaruh sangat besar . Ibu adalah pendidik paling utama bagi setiap anak . Selain itu , ibu adalah sosok yang paling dicintai oleh semua orang dan menjadi anutan mereka , serta peribadi yang didapati di hadapan setiap anak pada saat pertama kali matanya terbuka untuk melihat dunia .


Islam telah memberikan mesej melalui Al-Quran tentang kedudukan ibu bapa . Terlebih khusus lagi , adanya penekanan untuk senantiasa berbuat baik kepada ibu . Firman Allah , '' Bersyukurlah kepada - Ku dan kepada kedua ibu bapakmu , hanya kepada - Ku - lah kembalimu . '' ( QS Lukman : 14 ) . Hal ini menunjukkan bahawa keutamaan ibu bapa menduduki tempat kedua selepas keutamaan Allah .


Ayat di atas juga memberikan pengkhususan , agar setiap anak berbakti dan berbuat baik kepada ibunya .


Perintah berbuat baik dan berbakti kepada ibu juga disenaraikan dalam beberapa hadis sahih , di antaranya adalah riwayat dari Abu Hurairah RA , bahawasanya ada seorang anak laki - laki datang kepada Rasulullah SAW . Ia berkata , '' Wahai Rasulullah , siapakah yang paling berhak saya perlakukan dengan baik ? '' Nabi menjawab , '' Ibumu . '' Ia bertanya lagi , '' Kemudian siapa lagi ? '' Nabi menjawab , '' Ibumu . '' Kemudian ia bertanya lagi , '' Kemudian siapa lagi ? '' Nabi menjawab , '' Ibumu . '' ia masih bertanya lagi , '' Kemudian siapa lagi ? '' Nabi menjawab , '' Bapa kamu . '' ( HR Bukhari dan Muslim ) .


Perintah berbuat baik kepada ibu yang diulang hingga tiga kali berturut - turut dalam hadis di atas menunjukkan bahawa ibu mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam pandangan Islam dan mempunyai keutamaan yang sangat besar daripada yang lain . Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW , '' Wahai Rasulullah , siapakah yang lebih besar haknya atas wanita ? '' Nabi menjawab , '' Suaminya . '' Lantas Aisyah bertanya lagi , '' Siapakah yang lebih berhak atas seorang laki - laki ? '' Nabi menjawab , '' Ibunya ? '' ( HR Ahmad ) .


Mesej Ilahiyah di atas sangat jelas sekali bahawa perintah berbuat baik kepada ibu merupakan sebahagian dari mesej umum yang disampaikan oleh Islam , iaitu , agar memperlakukan kaum wanita secara baik . Sosok seorang wanita yang telah menjadi ibu tak kalah pentingnya bila dibandingkan dengan sosok laki - laki yang telah menjadi ayah . Sebab , ibu juga turut bertanggung jawab atas semuanya yang menjadi tanggung jawab ayah , terutama terhadap pendidikan anak - anak yang diasuhnya . Walaupun berat pengaruh seorang ibu dalam mendidik anak , melebihi berat pengaruh seorang ayah .Oleh kerana itu , Rasulullah SAW memerintahkan kepada para ibu untuk senantiasa memelihara dan mendidik anak - anaknya selama mereka belum memasuki jenjang pernikahan . Wallahu a'lam bissawab

Kisah: Air Mata Rasulullah SAW



Tiba - tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam . " Bolehkah saya masuk ? " tanyanya . Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk , " Maafkanlah , ayahku sedang demam , " kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu .

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah , " Siapakah itu wahai anakku ? " " Tak tahulah ayahku , orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya , " tutur Fatimah lembut .

Lalu , Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan . Seolah - olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang . " Ketahuilah , dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara , dialah yang memisahkan pertemuan di dunia . Dialah malaikatul maut , " kata Rasulullah , Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya . Malaikat maut datang menghampiri , tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya .

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini . " Jibril , jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah ? " Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah . " Pintu - pintu langit telah terbuka , para malaikat telah menanti ruhmu . Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu , " kata Jibril . Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega , matanya masih penuh kecemasan .

" Engkau tidak senang mendengar khabar ini ? " Tanya Jibril lagi . " Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak ? " " Jangan khawatir , wahai Rasul Allah , aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku : ' Kuharamkan syurga bagi siapa saja , kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya , " kata Jibril .

Detik - detik semakin dekat , saatnya Izrail melakukan tugas . Perlahan ruh Rasulullah ditarik . Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh , urat - urat lehernya menegang . " Jibril , betapa sakit sakaratul maut ini . "

Perlahan Rasulullah mengaduh . Fatimah terpejam , Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka . " Jijikkah kau melihatku , hingga kau palingkan wajahmu Jibril ? " Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu ." Siapakah yang sanggup , melihat kekasih Allah direnggut ajal , " kata Jibril . Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh , kerana sakit yang tidak tertahankan lagi .

" Ya Allah , dahsyat nian maut ini , timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku , jangan pada umatku . " Badan Rasulullah mulai dingin , kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi .

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu , Ali segera mendekatkan telinganya . " Uushiikum bis shalati , wa maa malakat aimanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang - orang lemah di antaramu . "

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan , sahabat saling berpelukan . Fatimah menutupkan tangan di wajahnya , dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan . " Ummatii , ummatii , ummatiii ? " - " Umatku , umatku , umatku "

Dan , berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu . Kini , mampukah kita mencintai sepertinya ? Allahumma sholli ' ala Muhammad wa baarik alaaa wa salim ' alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita .

Fakta Sebenar: Kehidupan Umat islam Di Kemboja

Selepas kejatuhan Rajim Polpot tahun 1979 Rakyat kemboja hanya tinggal sehalai kain saja, mereka berusaha untuk meneruskan kehidupan mereka sampai ke hari ini dengan sedaya upayanya, tapi walaubagaimana pun FAKTA kehidupan umat islam di kemboja seperti saya terangkan di bawah:

sebahagian besar orang Melayu Kemboja hidup dalam keadaan
miskin dengan purata pendapatan harian antara RM5-RM10-RM15 Mereka bekerja sebagai nelayan petani atau peniaga kecil.

Keadaan yang menghimpit itu telah mendorong sebahagian di kalangan anak-anak muda Melayu Kemboja berhijrah ke Malaysia dan beberapa negara lain.

Keadaan semakin menghimpit apabila barangan keperluan asas seperti minyak petrol, minyak masak, gula, susu pekat dan ikan amat mahal jika dibandingkan dengan pendapatan yang mereka perolehi.

Bayangkan harga minyak petrol di Kemboja pada hari ini adalah 5,300 rial (RM5) seliter, minyak masak 8,000 rial (RM8) sekilogram, susu pekat kecil 4,000 rial (RM3.60) setin ayam kampung 25,000 (RM23)sekilogram, ayam daging 13,000 (RM10) sekilogram, dan ikan 13,000 rial (RM10) sekilogram.

ITULAH HAKIKATNYA KEHIDUPAN UMAT ISLAM DI KEMBOJA

Tentang Makanan Daging? keadaan mereka di Sana lagi menyedihkan, umat islam di sana sangat kurang daging, adakah mereka tidak mempunyai lembu? bukan. mereka adalah pesawah mesti ada lembu, cuma lembu disana amat bernilai buat mereka, seekor lembu RM1700 sama dengan 2 juta Riel, 2 juta real bukan nilai yang sedikit buat mereka. kadang kadang 2 tahun belum boleh dapat, ada keluarga yang bertahun tahun pun belum dapat kumpulkan 2 juta itu, bagaimana mungkin mereka sanggup korbankan ?

Kebanyakan Mereka Tak Dapat Makan Daging,Kerana Daging Disana Amat Mahal, Sekilo RM32 Mata Wang Disana Sama Dengan 36ribu Rial, 36 Ribu Rial Itu Bagi Orang Kemboja Nilainya Sangat Tinggi, Kadang-Kadang Sebahgian Mereka Tak Dapat Cari 36ribu Riel Itu Dalam Masa Sebulan.

Oleh itu mereka hanya akan dapat makan / merasai daging itu di musim qurban saja, itu pun jika ada insan-insan yang bermurah hati untuk berqurban disana.

mereka selalu mengharapkan ehsan dari orang malaysia, bila ada ustaz-ustaz balik dari malaysia mereka akan bertanya tentang korban, termasuk saya sendiri.

sebab orang malaysia di kenali memang murah hati dan banyak bersedakah, kebanyakan bantuan-bantuan seperti pembinaan masjid, sekolah dan lain-lain memang datang dari malaysia termasuklah korban / aqiqah.

Oleh itu saya sangat berharap bahawa kita teruskan amalan yang baik ini sampai bila-bila selagimana kita mampu untuk melakukan nya.

saya bagi pehak orang kemboja mengucapkan jutaan terima kasih kepada rakyat malaysia yang telah melaksanakan ibadah korban ke kemboja, melalui saya / melalui ustaz-ustaz lain, moga-moga di murahkan rezaki dan di panjangkan umur oleh allah swt.

Bantulah mereka, Mereka Saudara kita, Mereka Sentiasa Mengharapkan Ehsan Dari kita...

Nabi Muhamad SAW Bersabda Maksudnya:
Perumpamaan Orang Mukmin Tentang Kasih Sayang Sesama Mereka Adalah Ibarat Satu Tubuh, Apabila Salah Satu Anggota Sakit, Maka akan terasalah Seluruh Tubuhnya. Hadis...
Allah SWT telah berfirman:
وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰ‌ۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٲنِ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ
dan hendaklah kamu bertolong-tolongan untuk membuat kebajikan dan bertakwa dan janganlah kamu bertolong-tolongan pada melakukan dosa (maksiat) dan pencerobohan dan bertakwalah kepada Allah, kerana sesungguhnya Allah Maha Berat azab seksaNya (bagi sesiapa yang melanggar perintahNya).
Tuan / Puan boleh sertai kami untuk ke kemboja, untuk melihat penduduk disana dan melihat sembelihan korban kita, pakej yang kami tawarkan agak berpatutan. info lanjut sila ke PAKEJ MELANCONG SAMBIL KORBAN 2014

Kerana Meninggalkan Khianat, Mendapat Rahmat


Al-Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdul Baqi bin Muhammad Al-Bazzar al-Anshari berkata, "Dulu, aku pernah berada di Makah--semoga Allah selalu menjaganya. Suatu hari aku merasakan lapar yang sangat. Aku tidak mendapatkan sesuatu yang dapat menghilangkan laparku. Tiba-tiba aku menemukan sebuah kantong dari sutera dan diikat dengan kaos kaki yang terbuat dari sutera pula. Ketika aku buka, aku dapatkan di dalamnya sebuah kalung permata yang tidak pernah aku lihat sebelumnya."

"Kemudian, aku keluar rumah, dan saat itu ada seorang bapak tua yang berteriak mencari kantongnya yang hilang sambil memegang kantong kain yang berisi uang lima ratus dinar. Dia mengatakan, 'Ini adalah bagi orang yang mau mengembalikan kantong sutera yang berisi permata.' Aku berkata kepada diriku, 'Aku sedang membutuhkan, aku ini sedang lapar. Aku bisa mengambil uang dinar emas itu untuk aku manfaatkan dan mengembalikan kantong sutera ini kepadanya.' Maka, aku membawanya ke rumahku. Setibanya di rumah, dia menceritakan kepadaku ciri kantong sutera itu, ciri-ciri kaos kaki pengikatnya, cirri-ciri permata dan jumlahnya, berikut benang yang mengikatnya. Maka, aku mengeluarkan dan memberikan kantong itu kepadanya, dan dia pun memberikan untukku lima ratus dinar, tetapi aku tidak mau mengambilnya. Aku katakan kepadanya, 'Memang seharusnya aku mengembalikannya kepadamu tanpa mengambil upah untuk itu.' Ternyata dia bersikeras, 'Kau harus mau menerimanya,' sambail memaksaku terus-menerus. Aku tetap pada pendirianku, tidak mau menerima. Akhirnya, bapak tua itu pun pergi meninggalkanku."

"Adapun aku, beberapa waktu setalah kejadian itu, aku keluar dari kota Mekah dan berlayar dengan perahu. Di tengah laut perahu tumpangan itu pecah, orang-orang semua tenggelam dengan harta benda mereka. Tetapi aku selamat dengan menumpang potongan papan dari pecahan perahu itu. Untuk beberapa waktu aku tetap berada di laut, tak tahu ke mana hendak pergi."

"Akhirnya aku tiba di sebuah pulau yang berpenduduk. Aku duduk di dalam salah satu masjid mereka sambil membaca ayat-ayat Alquran. Ketika mereka tahu bagaimana aku membacanya, tidak seorang pun dari penduduk pulau tersebut kecuali dia datang kepadaku dan mengatakan, 'Ajarkanlah Alquran kepadaku.' Aku penuhi permintaan mereka. Dari mereka aku mendapat harta yang banyak. Di dalam masjid aku menemukan bebarapa lembar mushaf, aku mengambil dan mulai membacanya. Lalu mereka bertanya, 'Kau bisa menulis?' 'Ya'. Mereka berkata, 'Kalau begitu, ajarilah kami menulis.' Mereka pun datang dengan anak-anak dan para remaja mereka. Aku ajari mereka tulis-menulis. Dari itu, aku juga mendapat banyak uang. Setelah itu mereka berkata, 'Kami mempunyai seorang putri yatim, dia mempunyai harta yang cukup. Maukah kau menikahinya?' Aku menolak. Tetapi, mereka terus mendesak, 'Tidak bisa, kau harus mau.' Akhirnya aku menuruti keinginan mereka juga."

"Ketika mereka membawa anak perempuan itu ke hadapanku, aku pandangi dia. Tiba-tiba aku melihat kalung permata yang dulu pernah aku temukan di Mekah melingkar di lehernya. Tidak ada yang aku lakukan saat itu, kecuali hanya terus memperhatikan kalung permata itu. Mereka berkata, 'Sungguh kau telah menghancurkan hati perempuan yatim ini. Kau hanya memperhatikan kalung itu dan tidak memperhatikan orangnya.' Maka, saya ceritakan kepada mereka kisah saya dengan kalung tersebut. Setelah mereka tahu, mereka meneriakkan tahlil dan takbir hingga terdengar oleh penduduk setempat. 'Ada apa dengan kalian?' kataku bertanya. Mereka menjawab, 'Tahukah engkau, bahwa orang tua yang mengambil kalung itu darimu saat itu adalah ayah anak perempuan ini.' Dia pernah mengatakan, 'Aku tidak pernah mendapatkan seorang muslim di dunia ini (sebaik) orang yang telah mengembalikan kalung ini kepadaku.' Dia juga berdoa, 'Ya Allah, pertemukanlah aku dengan orang itu hingga aku dapat menikahkannya dengan puteriku.' Dan, sekarang sudah menjadi kenyataan."

"Aku mulai mengarungi kehidupan bersamanya dan kami dikaruniai dua orang anak. Kemudian, istriku meninggal, dan kalung permata itu menjadi harta pusaka untukku dan untuk kedua anakku. Tetapi, kedua anakku itu meninggal juga, hingga kalung permata itu jatuh ke tanganku. Lalu, aku menjualnya seharga seratus ribu dinar. Dan, harta yang kalian lihat ada padaku sekarang ini adalah sisa dari seratus ribu dinar itu." (Anisul Jalis, jilid 1).

Sumber: Kisah-Kisah Nyata Tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi'in, Orang-Orang Dulu dan Sekarang, Syekh Ibrahim bin Abdullah.

Antara Kelebihan Membaca Surah Al-falaq

1. Menolak gangguan jin, syaitan, sihir, was-was dan segala kejahatan.
2. Di baca sebelum tidur 3 kali (3 Qul) dan di tiup ke tangan dan di sapukan ke seluruh badan kecuali kaki dan kemaluan akan terhindar dati segala perkara yang buruk.

3. Di turunkan Surah ini kerana Rasulullah s.a.w memohon pada Allah ayat pelindung maka di kurniakan oleh Allah Surah ini.

4. Di baca pada air garam dan di sapu pada badan yang terkena sengatan binatang bisa.

5. Di baca 41 kali selama 3, 5 atau 7 hari berturut turut akan sembuh dari sihir dan santau dengan izin Allah.

6. Jika sesat terutama malam gelap gelita di baca / di ulang membaca Surah ini akan di tunjukkan jalan oleh Allah.